Samosir Rumah Kita, Simbol Tempat Bertumbuh 

Momentum Hari Jadi ke-22 ini menjadi sarana refleksi bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk terus berbenah,

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN
Festival Kuliner dan Pameran UMKM lokal menjadi salah satu rangkaian yang digelar Pemkab Samosir dalam perayaan peringatan Hari Jadi Samosir ke-22, Kamis (26/2/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com, SAMOSIR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir memperingati Hari Jadi ke-22 dengan mengusung tema ‘Samosir Rumah Kita’ dan subtema ‘Hidup Selaras Alam, Tingkatkan Hidup Rukun Menuju Indonesia Emas 2045’.

Perayaan syukur digelar di Segmen 5 Waterfront Pangururan, Kamis (27/2), diawali dengan ibadah oikumenis yang dipimpin Pastor Ivo Sinaga.

Kabupaten Samosir secara administratif berdiri sejak 7 Januari 2004. Namun, perayaan Hari Jadi daerah ini secara konsisten dipusatkan setiap 27 Februari.

Puncak perayaan ditandai dengan pemotongan kue ulang tahun oleh Bupati Samosir Vandiko Gultom dan Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk yang kemudian dibagikan secara simbolis kepada perwakilan sembilan kecamatan.

Momentum Hari Jadi ke-22 ini menjadi sarana refleksi bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk terus berbenah, memperkuat pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: Satu-satunya dari Sumut, Kabupaten Samosir Terima Penghargaan Sertifikat Menuju Kota Bersih

Bupati Vandiko Gultom menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran seluruh undangan dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa tema ‘Samosir Rumah Kita’ memiliki makna mendalam sebagai simbol tempat bertumbuh, berinteraksi, dan saling menguatkan, bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang kebersamaan yang mencerminkan identitas, nilai spiritual, sosial, dan harmoni dengan alam serta Tuhan.

"Rumah dalam filosofi Batak adalah tempat pemersatu keluarga, tempat manusia berinteraksi dengan sesama dan dengan Tuhan. Karena itu, kita patut menjaga dan memperindah rumah kita ini tanpa kehilangan identitas, Selamat Hari Jadi ke-22 untuk Samosir dan seluruh masyarakat," kata Gultom

Lebih lanjut disampaikan, saat ini Samosir terus menunjukkan kemajuan melalui berbagai pembangunan yang telah dan sedang dilaksanakan.

Hal tersebut tercermin dari meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Samosir dari waktu ke waktu, yang sekaligus menjadi indikator tumbuhnya kepercayaan publik terhadap potensi daerah serta daya tarik Samosir sebagai destinasi unggulan.

Seiring bertambahnya usia Kabupaten Samosir, Vandiko menekankan peningkatan kemampuan, meningkatkan profesionalisme aparatur serta kualitas pelayanan publik.

"Oleh karena itu diharapkan saran, masukan, hingga kritik yang konstruktif dari seluruh pemangku kepentingan guna mempertajam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan secara menyeluruh," sambungnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat mewariskan Samosir yang lebih damai, maju, dan sejahtera kepada generasi mendatang, dengan menjaga lingkungan serta memperkuat kerukunan hidup di tengah keberagaman demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

Gubernur Sumatera Utara diwakili Asisten Administrasi Umum H Muhammad Suib Sitorus mengatakan, peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penuh makna untuk mengenang perjalanan sejarah, menghargai perjuangan para pendahulu, serta memperkuat tekad melanjutkan pembangunan menuju masa depan yang lebih baik.

Disebutnya, semangat perjuangan Raja Sisingamangaraja XII sebagai simbol identitas dan jati diri masyarakat Batak harus menjadi semboyan agar terus melangkah maju. Menghargai para tokoh pemerintahan awal yang telah meletakkan fondasi pembangunan Kabupaten Samosir.

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved