Berita Viral
PENGAKUAN Febri Arifin Pembunuh Ibu dan Anak Dalam Toren, Ambil Rp50 Juta, Bohong Bisa Gandakan Uang
Uang yang diambil itu sedianya akan digandakan oleh korban. Sebab, pelaku mengaku mempunyai kenalan dukun pengganda uang.
TRIBUN-MEDAN.com - Inilah pengakuan Febri Arifin, pembunuh ibu dan anak dalam toren.
Usai membunuh, Febri mengambil uang Rp50 juta milik korbannya, TSL (59) dan ES (35).
Kepada korban, sebelumnya Febri Arifin mengaku mempunyai kenalan dukun pengganda uang.
Baca juga: Academy Kwarta Resmi Datangkan Liestiadi Sebagai Staf Pelatih
Sehingga uang tersebut sudah disediakan korban dalam rumahnya.
Usai melakukan aksinya, Febri pun langsung mencari uang tersebut dan mengambilnya sebelum pergi.
"Pelaku mencari uang yang tadi disebutkan korban pertama untuk digandakan dan ditemukan uangnya dan diambillah sejumlah Rp 50 juta," ujar Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi di Polres Metro Jakarta Barat, Kamis (13/3/2025).
Baca juga: Kejari Deli Serdang Tahan Kades Tanjung Garbus II yang Korupsi APBDes 2024, Rugikan Negara 452 Juta
Dia menuju Kalijodo untuk membuang barang bukti pembunuhan itu.
"Setelah itu pelaku menuju Tanggul, Kalijodo di malam harinya untuk membuang pipa besi yang digunakan tadi untuk melumpuhkan dan untuk membunuh korban-korban," kata dia.
Kemudian, pelaku pulang ke kampung halamannya di Banyumas, Jawa Tengah, menggunakan sepeda motor.
Saat baru tiba di Cirebon, pelaku sempat membuang ponsel milik korban.
"Untuk pelaku berhasil diamankan di Banyumas pada tanggal 9 Maret 2025 sekitar pukul 23.30 WIB," ucap dia.
Kesal Dicaci Korban
Febri Arifin (31), membunuh TSL (59) dan ES (35) karena emosi setelah dicaci maki korban usai praktik penggandaan uangnya gagal.
Kepada para korbannya, pelaku mengaku mempunyai kenalan dukun pengganda uang dan pencari jodoh.
"Tetapi pada saat proses menggandakan uang, terlalu lama, dan tidak berhasil. Akhirnya, korban pertama (TSL) marah-marah kepada pelaku dan juga mencaci maki pelaku," ujar Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi di Polres Metro Jakarta Barat, Kamis (13/3/2025).
Cacian itu membuat Febri gelap mata. Dia langsung memukul korban menggunakan besi sampai tersungkur.
"Saat itulah, pelaku merasa tersinggung, merasa emosi, dan mengambil besi yang ada di kotak peralatan di belakang korban pertama. Kemudian langsung memukul ke arah kepala korban," kata dia.
Baca juga: ATURAN Baru yang Dibuat Presiden Prabowo, Seskab Letkol Teddy Tak Perlu Mundur dari TNI
Setelah korban terjatuh, Febri menyeret korban ke kamar. Namun, saat di kamar korban terlihat masih hidup.
"Sehingga dipukul kembali untuk yang kedua kalinya oleh pelaku. Pada saat itulah korban tersungkur, kemudian dicekik oleh pelaku sampai meninggal dunia," ucap dia.
Setelah merasa korbannya sudah tewas, Febri membersihkan kamar itu dari ceceran darah dan langsung menutup rapat ruangan itu.
"Setelah itu, pelaku sempat keluar di depan rumah sambil merokok sekitar 15 menit, memikirkan bagaimana supaya tidak ketahuan oleh korban kedua bahwa ibunya sudah meninggal karena dibunuh oleh dia," ujar dia.
Setelah 15 menit, pelaku masuk ke rumah dan mendatangi ES yang berada di kamar mandi. Pelaku langsung menghantam korban menggunakan besi.
"Pada saat memukul di bagian kepala, belum roboh, maksudnya belum meninggal dunia. Korban sempat teriak tolong, kemudian dipukul lagi di arah kepala. Untuk meyakinkan korhan kedua meninggal dunia, pelaku mencekik leher korban," ucap dia.
Setalah yakin korban tewas, pelaku membersihkan kamar mandi. Kemudian kedua korban ditarik ke dalam toren.
"Akhirnya memiliki ide untuk memyembunyikan korban di dalam toren. Korban dipindahkan dan diseret dari kamar mandi secara bergantian," ungkap Twedi.
Diberitakan sebelumnya, polisi menemukan jasad seorang ibu dan anak, TSL (59) dan ES (35), di dalam toren air rumah mereka di wilayah Tambora, Jakarta Barat, Kamis (6/3/2025) pukul 23.40 WIB.
Penemuan dua jasad tersebut berawal dari laporan R (32), anak TSL, yang melaporkan kehilangan ibu dan kakaknya sejak Sabtu (1/3/2025).
Baca juga: Pembunuhan Berencana Sempurna Pasaribu di Karo, Anak Korban Minta Pelaku Dihukum Mati
Setelah tidak kunjung menemukan keberadaan keduanya, R melaporkan mereka sebagai orang hilang ke Polsek Tambora, Senin (3/3/2025).
Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi kembali memeriksa rumah korban dan menemukan dua orang yang sebelumnya dilaporkan hilang dalam kondisi tak bernyawa di dalam toren air.
Hasil penyelidikan mengungkap bahwa TSL dan ES merupakan korban pembunuhan.
Baca juga: Lirik Lagu Karo Terbeluh Nuri-Nuri Dipopulerkan oleh Erwina Br Bangun
Akhirnya Polres Metro Jakarta Barat menangkap pelaku pembunuhan TSL dan ES di sebuah waduk di kawasan Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (9/3/2025) malam.
Ketika ditangkap, pelaku tampak berpakaian lusuh seperti seorang gelandangan.
Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk senapan angin, sepeda motor, serta barang-barang lain yang diduga terkait dengan tindak kejahatan.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com
(*/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PENGAKUAN-Febri-Arifin-Pembunuh-Ibu-dan-Anak-Dalam-Toren-Ambil-Rp50-Juta-Bohong-Bisa-Gandakan-Uang.jpg)