Berita Viral

TERNYATA Kades Kohod yang Siap Bayar Denda Rp 48 Miliar ke KKP Terkait Pagar Laut Tangerang

Teka-teki kepala desa yang pasang badan siap bayar denda Rp 48 miliar terkait kasus pagar laut sepanjang 30 kilometer di Tangerang, akhirnya terungkap

Editor: Juang Naibaho
KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDIN
RUMAH MEWAH KADES KOHOD - Suasana kediaman Kepala Desa Kohod, Arsin bin Asip, di Kampung Kohod, Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (28/1/2025). Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu mengungkap Kades Kohod, Arsin dan stafnya inisial T merupakan pembuat pagar laut di Tangerang, dan siap bayar denda Rp 48 miliar. 

Ditahan Bareskrim

Meski Kades Kohod Arsin sudah menyatakan siap membayar denda Rp 48 miliar ke KKP, namun dia tak bisa berkelit dari jeratan kasus pemalsuan surat untuk penerbitan SHGB dan SHM di area pagar laut.

Dalam perkara ini, Bareskrim Polri menetapkan empat orang tersangka.

Selain Arsin, tiga tersangka lainnya yakni Sekretaris Desa Kohod, Ujang Karta (UK); dan dua orang penerima kuasa untuk membuat surat palsu, SP dan CE sebagai tersangka.

“Dari hasil gelar perkara, kami penyidik telah sepakat menentukan empat tersangka di mana empat tersangka ini kaitannya adalah terkait masalah pemalsuan beberapa surat dokumen untuk permohonan hak atas tanah,” ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro pada 19 Februari 2025.

Tak sampai di situ, Arsin dkk langsung dijebloskan ke sel tahanan seusai menjalani proses pemeriksaan sebagai tersangka di Bareskrim.

“Berdasarkan gelar internal kami, kepada empat tersangka kita putuskan dilakukan penahanan," kata Djuhandhani.

"Untuk tindak lanjut setelah penahanan, kami akan melengkapi berkas dan berkoordinasi ke JPU untuk proses lebih lanjut," imbuh dia.

Sosok Arsin

Sebelum jadi Kades Kohod, Arsin ternyata mantan kuli. Kini, Arsin bisa punya Rubicon dan Civic.

Sosok Arsin tak asing di mata warga Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten. Dia dikenal baik oleh warga setempat sejak sebelum menjadi kepala desa.

Arsin adalah warga asli Kohod yang berasal dari keluarga dengan perekonomian di bawah rata-rata alias miskin.

Melansir dari Tribunnewsbogor.com, Selasa (11/2/2025) sejak kecil Arsin kabarnya telah berjuang keras demi mendapatkan uang.

Fakta itu diungkap salah seorang warga Desa Kohod bernama Reza. "Setelah lulus SD dia (Arsin) mulai cari kerja dan akhirnya berkecimpung di bank harian," kata Reza.

Dikenal berasal dari keluarga sederhana, Arsin pun sejak remaja sudah bekerja di bank keliling. Selain itu, Arsin sempat menjadi kuli bangunan.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved