Berita Viral

SENIOR SMK Taruna Aniaya Adik Kelas yang Sedang Belajar, Ada Patah Tulang, 12 Siswa Diperiksa Polisi

Mereka menganiaya para siswa kelas X yang sedang belajar mandiri di kelas SMK Taruna Nusantara Kasuari pada Rabu (22/4/2026).

TRIBUN MEDAN
Wakil ketua DPR Papua Barat Syamsudin Seknun bersama kepala dinas pendidikan Papua Barat saat menemui kepala sekolah SMK taruna. 

TRIBUN-MEDAN.com - Sebanyak 30 siswa SMA melakukan penganiayaan terhadap junor. Mereka menganiaya para siswa kelas X yang sedang belajar mandiri di kelas SMK Taruna Nusantara Kasuari pada Rabu (22/4/2026).

Penganiayaan ini juga berlangsung dengan brutal, sebab para pelaku menggunakan batang besi menghantam tubuh korban. 

Korban mengalami luka lebam hingga patah tulang. 

Orang tua korban yang mengetahui anaknya dianiaya dan dilarikan ke rumah sakit TNI AL Manokwari  langsung menggeruduk sekolah. 

Mereka mengancam akan melakukan kekerasan jika pelaku tidak diberhentikan dari sekolah. 

Polisi dan TNI sudah berjaga di lokasi untuk mencegah peristiwa yang lebih parah.  

"Kita lagi belajar persiapan ulangan tiba-tiba sekitar 40 Orang masuk, Saya kena pukul awal dari belakang kepala lalu dihajar pakai doka (besi),” kata AS, salah satu siswa kelas X yang mengaku menjadi korban. 

Baca juga: Lirik Lagu Karo Salam Manis Dipopulerkan oleh Netty Vera Br Bangun

Baca juga: Dankodaeral I Terima Audiensi Lembaga Asli Anak Belawan, Tegakkan Sinergi untuk Keamanan Wilayah

Menurut AS, saat kejadian sekitar pukul 20.00 WIT, ia bersama sekitar 10 siswa lain sedang belajar mandiri di dalam kelas sebelum puluhan senior masuk dan melakukan pemukulan. 

Ia mengaku tidak mengetahui kesalahan apa yang dilakukan hingga para siswa diminta meletakkan buku sebelum dianiaya secara brutal.

Wali Murid Mengamuk dan Terobos Pagar Sekolah 

Puluhan wali siswa yang anaknya diduga menjadi korban penganiayaan mendatangi sekolah setelah sebelumnya membuat laporan polisi. 

Mereka mendatangi kompleks Balai Latihan Kerja (BLK) Sanggeng, Manokwari, tempat sekolah tersebut berada. 

Pihak sekolah sempat menutup pagar gerbang.

Namun, sejumlah orangtua yang tidak terima anaknya diperlakukan seperti itu akhirnya menerobos masuk. 

“Pendidikan karakter seperti apa begini, kita punya darah daging diperlakukan begini,” cetus salah satu orangtua murid saat menerobos pagar sekolah. 

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved