Pesilat Asal Tapteng Meninggal

Doli Nuranda Pardede Berharap Evaluasi Peraturan Pencak Silat, Setelah Said Alif Rabbani Meninggal

Menurut Doli, ada beberapa peraturan yang harus segera dievaluasi oleh Persilat dan PB IPSI. 

|
Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Ayu Prasandi
Dokumen Doli Pardede
KRONOLOGI-Foto bersama Doli Nuranda Pardede (kanan) bersama Said Alif Rabbani (kiri) saat mengikuti kejuaraan silat. Begini kronologi meninggal dunianya Said saat mengikuti Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pencak Silat se-Sumut kategori Usia Dini, Pra Remaja, Remaja, Mahasiswa dan Umum. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Pelatih Ponpes Ponpes Ar-Raudlatul Hasanah 2 Lumut, Doli Nuranda Pardede meminta Persilat dan PB IPSI melakukan evaluasi terhadap peraturan pertandingan Pencak Silat. 

Hal ini merujuk pesilat binaan Ponpes Ar-Raudlatul Hasanah 2 Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah, Said Alif Rabbani meninggal dunia saat mengikuti Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pencak Silat se-Sumut kategori Usia Dini, Pra Remaja, Remaja, Mahasiswa dan Umum yang diselenggarakan IPSI Sumut di GOR Lubukpakam, 15 Februari 2025 lalu. 

Menurut Doli, ada beberapa peraturan yang harus segera dievaluasi oleh Persilat dan PB IPSI. 

"Harapannya setelah kejadian ini PB IPSI ataupun Persilat bisa memperbaharui peraturan yang ada sekarang, karena sudah banyak memakan korban," kata Doli. 

Lebih lanjut, menurut Doli, peraturan Pencak Silat saat ini sudah kerap memakan korban, meskipun tidak sampai meninggal dunia. 

"Kalau dulu kan tidak boleh menarik lawan sampai menjatuhkan tubuh, sekarang bisa
Dengan kejadian ini adalah perubahan kedepannya, karena cukup banyak juga makan korban peraturan ini, tetapi korban jiwa mungkin baru sekali untuk peraturan ini," pungkasnya. 

KABAR DUKA- Pesilat binaan Ponpes Ar-Raudlatul Hasanah 2 Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah, Said Alif Rabbani meninggal dunia Mengikuti Kejurda Pencak Silat Se-Sumut. 
KABAR DUKA- Pesilat binaan Ponpes Ar-Raudlatul Hasanah 2 Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah, Said Alif Rabbani meninggal dunia Mengikuti Kejurda Pencak Silat Se-Sumut.  (INSTAGRAM)

Sebelumnya diberitakan, Pesilat Said Alif Rabbani menginggal dunia saat mengikut Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pencak Silat se-Sumut kategori Usia Dini, Pra Remaja, Remaja, Mahasiswa dan Umum yang diselenggarakan IPSI Sumut di GOR Lubukpakam, 15 Februari 2025 lalu. 

Pesilat binaan Ponpes Ar-Raudlatul Hasanah 2 Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah ini meninggal dunia saat bertanding di babak 8 besar Kelas D Putra Kategori Mahasiswa. 

Pelatih Ponpes Ponpes Ar-Raudlatul Hasanah 2 Lumut, Doli Nuranda Pardede mengatakan bahwa musibah yang menimpa Said Alif Rabbani merupakan murni kecelakaan dalam pertandingan. 

"Jadi dia dibanting, sesuai aturan Persilat dan PB IPSI, tidak ada pelanggaran disitu. Memang kecelakaan, memang sesuai aturan penanganannya," jelas Doli kepada Tribun Medan, Rabu (19/2/2025). 

Bahkan lebih lanjut, Doli menyebutkan bahwa insiden ini diluar perkiraan. Mengingat, sebelum pertandingan Said Alif Rabbani tidak menderita sakit.

Bahkan katanya, sebelum kejadian tersebut, Said Alif Rabbani baru saja meraih kemenangan di babak 16 besar melawan kontingen Mandailing Natal. 

"Tidak ada (sakit). Dia atlet sudah lama, sejak 2017 dia sudah ikut silat dan bertanding dan sering menang. Ini pun pertandingan keduanya di kejuaraan kemarin. Pertama dia menang melawan Mandailing Natal, baru saat partai 8 besar, nah di situlah kejadiannya," ujarnya. 

Lebih lanjut, Doli juga menjelaskan bahwa saat pertandingan di babak 8 besar tersebut, Said Alif Rabbani sempat terbanting oleh lawannya.

Namun, ketika diperiksa tim medis, Said masih dalam kondisi fit. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved