Pesilat Asal Tapteng Meninggal

Cerita Pelatih, Sebelum Meninggal Dunia Said Alif Rabbani Kerap Mendengar Orang Ngaji dari Hp

Pelatih Ponpes Ar-Raudlatul Hasanah 2 Lumut, Doli Nuranda Pardede mengatakan bahwa tidak mempunyai firasat buruk sebelum kejadian yang menimpa atlet

|
Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN VIA DOK DOLI PARDEDE
ALIF RABBANI MENINGGAL DUNIA: Foto bersama Doli Nuranda Pardede bersama Said Alif Rabbani saat mengikuti kejuaraan silat. Begini kronologi meninggal dunianya Said saat mengikuti Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pencak Silat se-Sumut kategori Usia Dini, Pra Remaja, Remaja, Mahasiswa dan Umum. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Kepergian Said Alif Rabbani menyisakan duka mendalam bagi keluarga besar Ponpes Ar-Raudlatul Hasanah 2 Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah. 

Pelatih Ponpes Ar-Raudlatul Hasanah 2 Lumut, Doli Nuranda Pardede mengatakan bahwa tidak mempunyai firasat buruk sebelum kejadian yang menimpa atlet binaannya Said Alif Rabbani

Hanya saja, Doli mengaku melihat banyak perubahan sikap yang dialami Said Alif Rabbani sebelum meninggal dunia.

"Kalau saya lihat ada (perubahan), pertama dia lebih sering termenung, kita bercandain pun responnya biasa aja. Pas dia sebelum bertanding, dia tidur dengarkan lantunan ngaji dari handphonenya.

Malam sebelum pertandingan, dia cerita akan berhenti mengajar dan akan fokus di bisnis parfum," ujar Doli. 

Hal ini pun membuat Doli merasa kehilangan atas kepergian salah satu atlet binaannya, Said Alif Rabbani

Padahal menurutnya, Said merupakan atlet yang mempunyai semangat besar dalam latihan dan mengejar prestasi. 

"Dia seorang atlet yang semangat latihan. Apalagi kami di kabupaten Tapteng tidak pernah mendapat perhatian masalah biaya, baik event resmi, kami selalu berangkat dengan biaya sendiri, orangtuanya  juga sangat mendukung Said untuk berprestasi," ungkapnya. 

Banyak momen yang tak bisa dilupakan Doli ketika bersama Said. Ia mengaku momen yang selalu ia ingat bersama Said adalah ketika mengikuti event bersama-sama. 

"Kami kan sering berangkat bertanding, kami bawa dia tanding, kami pernah sama-sama bawa atlet. Jadi itulah pengalaman yang gak bisa dilupakan," pungkasnya. 

Perlu diketahui, Said Alif Rabbani meninggal dunia ketika mengikuti Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pencak Silat se-Sumut kategori Usia Dini, Pra Remaja, Remaja, Mahasiswa dan Umum yang diselenggarakan IPSI Sumut di GOR Lubukpakam, 15 Februari 2025 lalu. 

Alif meregang nyawa setelah mengalami pendarahan otak setelah di banting lawan tandingnya di babak 8 besar Kelas D Putra Kategori Mahasiswa. 

(Cr29/tribun-medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved