Kesehatan
Jumlah Pasien Penderita Radang Paru di RS USU Meningkat akibat Cuaca Ekstrem
Harusnya flu dan batuk itu bisa sembuh sendiri bagi orang yang memiliki daya tahan tubuh yang kuat, tapi bagi orang tua yang daya tahan tubuhnya renda
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Rumah Sakit (RS) Prof. dr. Chairuddin P. Lubis Universitas Sumatera Utara (USU) mencatat, banyak menangani penyakit radang paru atau infeksi pernafasan dalam dua minggu terakhir.
Penyakit ini muncul diakibatkan berbagai faktor mulai karena penularan seperti dari orang sekitar dan cuaca.
Hal ini dikatakan Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan RS USU Dr. Muhammad Rizki Yaznil, M.Ked (OG), SpOG.Subsp.Onk, Rabu (15/5/2024).
Orang tua yang memiliki daya tahan tubuh rendah sebutnya juga sangat rentan terserang flu dan batuk jika tidak ditangani dengan baik maka akan berakibat radang paru.
"Harusnya flu dan batuk itu bisa sembuh sendiri bagi orang yang memiliki daya tahan tubuh yang kuat, tapi bagi orang tua yang daya tahan tubuhnya rendah bisa berlanjut menjadi radang paru paru," ujarnya.
Ia juga menjelaskan, ada tiga besar penyakit yang banyak ditangani RS yaitu pertama radang paru, jantung kemudian paru kronis.
"Paru kronis itu hampir mirip dengan radang paru hanya saja penyakit jenis ini dapat berlangsung lama," jelasnya.
Dokter Yaznil juga mengakui cuaca saat ini cukup ekstrem, hal tersebut yang membuat banyak orang ada tidak berani beraktifitas lebih di luar rumah.
Namun di dalam rumah saja pun dengan sirkulasi udara yang kurang baik (lembab) menjadi tidak sehat.
Mayoritas pasien dari 3 penyakit tersebut adalah orangtua atau sudah berusia di atas 50 tahun.
Menjaga kondisi kesehatan menjadi hal penting di kondisi cuaca ekstrim, terutama menjaga pola makan.
Ia mengimbau agar masyarakat menkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, serta menjaga kekebalan tubuh agar tidak terserang penyakit paru.
"Karena penyakit paru-paru dapat dicegah dengan menjaga sirkulasi udara di rumah, jangan lembab. Jika penyakit jantung harus diperiksa juga penyakit yang menyertainnya. Karena jantung itu biasanya diakibatkan diabetes dan hipertensi," pungkasnya.
(cr26/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Waspada! Kebiasaan Kurang Tidur Bisa Memicu Penyakit Berbahaya Ini |
|
|---|
| 387 Kasus Campak di Sumut, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya |
|
|---|
| Waspadai Kasus Campak Jelang Mudik Lebaran, Kenali Penyebab dan Gejalanya pada Anak |
|
|---|
| Infeksi Virus Nipah Menyerang Organ Apa Saja? IDI: Jangan Makan Daging yang Aneh-aneh |
|
|---|
| Mengenal Virus Nipah yang Kini Bikin Khawatir Thailand, Belum Ada Vaksinnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/radang-paru-paru-paru.jpg)