Berita Nasional
Sosok Sugeng Teguh Santoso, Ketua IPW Pelapor Ganjar ke KPK, Ternyata Petinggi PSI Bogor
Meski begitu Sugeng Teguh membantah ada kaitannya antara IPW dan PSI terkait pelaporan Ganjar Pranowo ke KPK.
TRIBUN-MEDAN.com - Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo dilaporkan Indonesia Police Watch (IPW) ke KPK terkati dugaan gratifikasi di Bank Jateng.
Pelaporan Ganjar Pranowo ke KPK dilakukan oleh Ketua IPW yakni Sugeng Teguh Santoso yang juga petinggi PSI Bogor.
Meski begitu Sugeng Teguh membantah ada kaitannya antara IPW dan PSI terkait pelaporan Ganjar Pranowo ke KPK.
Sugeng melaporkan Ganjar dalam kasus dugaan gratifikasi.
Bahkan bukan hanya Ganjar, Sugeng juga turut serta melaporkan Direktur Utama Bank Jateng periode 2014-2023 Supriyatno ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sugeng menjelaskan modus dugaan penerimaan gratifikasi yang dilaporkan berupa cashback.
Sementara, dikatakan Sugeng gratifikasi itu diduga diterima dari perusahaan-perusahaan asuransi yang memberikan jaminan kredit kepada kreditur Bank Jateng.
Sugeng menduga tindak pidana itu dilakukan dalam kurun waktu 2014-2023 dengan nominal total gratifikasi diduga lebih dari Rp 100 miliar.
Lantas berikut profil Sugeng Teguh Santoso:
Sugeng Teguh Santoso resmi dilantik menjadi ketua Indonesia Police Watch (IPW) pada 18 Agustus 2021.
Dia menggantikan posisi Neta Saputra Pane yang meninggal dunia pada Juni 2021.
Sementara itu, Sugeng juga dikenal sebagai seorang advokat senior.
Dirinya juga mendeklarasikan Organisasi Advokat yang diberi nama Pergerakan Advokat Indonesia, kemudian disingkat PERADI Pergerakan.
Baca juga: Sudah Rencanakan Laporkan Ganjar sejak 10 Bulan Lalu, Sugeng: Tahan Diri karena Masih Pencapresan
Sugeng sendiri merupakan Sekretaris Jenderal Perhimpunan Advokat Indonesia Rumah Bersama Advokat (PERADI RBA) Periode 2015–2020.
| Menkeu Purbaya Tambah Subsidi Energi Rp100 Triliun Upaya Prabowo Tahan Harga BBM Tak Naik |
|
|---|
| Beda WFH ASN dengan Pegawai Swasta, Simak 8 Poin Penting Ini, Soal Gaji, Jadwal hingga Cuti |
|
|---|
| Resmi Diterbitkan, WFH 1 Kali Seminggu untuk Karyawan Swasta dan BUMN, 8 Sektor Ini Perlu Hadir |
|
|---|
| Alasan Kebijakan Pemerintah Tidak Menaikkan Harga BBM, Padahal di Negara Lain Sudah Mahal |
|
|---|
| Menteri ESDM Bahlil Lahadalia : Kalau BBM Naik, Harganya Tidak Terlalu Jauh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ketua-Indonesia-Police-Watch-IPW-Sugeng-Teguh-Santoso.jpg)