Berita Viral

SADIS! Pasutri di Sumsel Tewas Dibunuh Anak Sendiri, Dibacok Saat Penyakit Kejiwaanya Kambuh

Pelaku mulai alami gangguan jiwa sejak tamat SMA, dan sudah sering melakukan pengobatan di Rumah Sakit  Jiwa di Palembang.

Editor: Satia
SRIPOKU
Pasutri di Desa Kebur Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK) Kabupaten Musi Rawas, Sumsel tewas di tangan anaknya sendiri. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - TRAGIS! Pasangan suami istri di Desa Kebur Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK) Kabupaten Musi Rawas, Sumsel tewas di tangan anaknya sendiri.

Kedua korban yang tewas dibunuh ini diketahui bernama Abastiar (70) dan Sainona (60).

Pasutri ini ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya pada Jumat (05/01/2024) pagi. 

Baca juga: NASIB Bocah 12 Tahun 20 Kali Dirudapaksa Ayah Tiri, Ibunya Tak Berani Tegur, Takut Jadi Janda Lagi

Polres Musi Rawas (Mura) Polda Sumsel pun mengungkapkan kronologis lengkap kejadian anak yang membunuh orang tuanya sendiri. 

Pelaku pembunuhan adalah anak kandungnya sendiri yakni Asep (29), yang diduga mengalami gangguan jiwa. 

Kapolres Musi Rawas, AKBP Andi Supriadi melalui Kasi Humas, AKP Herdiansyah saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (05/02/2024) sekira pukul 12.00 Wib. 

Dijelaskan Kasi Humas, berdasarkan keterangan saksi Evi (47) warga yang sama mengatakan, sekira 11.30 Wib, saksi datang ke rumah korban untuk menjemput anaknya yang dititipkan saksi di rumah korban.

Baca juga: Kapan Awal Puasa Ramadan 2024? Berikut Prediksi Tanggal Sesuai Kalender Hijriah Indonesia 2024

Lalu saksi bertemu dengan korban Sainona, dan menyampaikan jika pelaku sedang kambuh atau mengamuk dan meminta saksi untuk membujuknya. 

Kemudian, saksi pun berusaha membujuk pelaku yang berada di dapur.

Saat bertemu, pelaku sempat menarik tangan saksi dan mengatakan 'sini nga tu, nga mati sekali ini, aku haus darah' (kesini kamu, sekali ini kamu mati, aku harus darah). 

Tak lama, saksi pun pergi meninggalkan pelaku dan mengatakan kepada korban Sainona, jika tidak sanggup membujuk pelaku.

Lalu korban Sainona meminta saksi memanggil Hatop untuk membujuk pelaku.

"Sebelum kejadian, korban Sainona ada di bawah rumah, sedangkan korban Abastiar sedang menyadap karet di kebun," ucap Kasi Humas. 

Baca juga: Bermula Curiga Istri Berdandan Cantik, Suami Mengikuti dan Menangkap Basah sedang Berhubungan Intim

Sekira pukul 12.00 Wib, korban Abastiar pulang dari kebun dan saksi menyampaikan kepada korban agar jangan dulu ke rumah, tapi korban Abastiar tidak mendengar dan langsung naik ke rumah. 

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved