Wartawan Dianiaya

Polda Sumut Sengaja Lepas Ketua OKP Tersangka Tambang Emas Ilegal Hingga ANIAYA Wartawan

Ketua OKP tersangka tambang emas ilegal di Madina ternyata sengaja dilepas Polda Sumut

Editor: Array A Argus
HO
Jefri Barata Lubis, wartawan yang dipukuli anggota OKP 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - AAN, Ketua OKP di Kabupaten Mandailing Natal yang terlibat aksi penganiayaan terhadap wartawan bernama Jefri Bharata Lubis masih menyandang status tersangka.

AAN ternyata pernah ditangkap Polda Sumut terkait kasus tambang emas ilegal.

Namun Polda Sumut sengaja melepas AAN dengan cara penangguhan hingga kasusnya mengendap sejak tahun 2020.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut, Kombes Jhon Charles Edison Nababan beralasan kasus yang mendera AAN sudah tahap satu.

Baca juga: Wartawan yang Dianiaya Sebut Nama Ketua OKP dan Sempat Akan Disuap Soal Kasus Tambang Emas Ilegal

"Itu sudah kami kirim berkasnya tahap I ke JPU. Kami kirim pada Februari lalu. Soal kasus tambang ilegal. Prosesnya nanti kita lihat hasil penelitian jaksa apa bila sudah lengkap, ya dilakukan tahap II," ujar Jhon kepada Tribun-medan.com, Minggu (6/3/2022). 

Jhon menjelaskan, status AAN adalah tersangka.

Tapi AAN tidak ditahan karena dahulu sempat ditangguhkan. 

Perihal alasan ditangguhkan, itu merupakan pertimbangan penyidik,

Namun tak dijelaskan apa alasan kuat penyidik melepas begitu saja orang yang diduga terang-terangan merusak Sunga Batang Natal dengan kegiatan tambang emas ilegalnya itu. 

Baca juga: Jatanras Polda Sumut Ikut Kejar Oknum OKP yang Menganiaya Wartawan di Madina

"Ditangguhkan kemarin kan karena ada permohonan dari keluarga pada September tahun lalu," tutupnya. 

Sebelumnya diberitakan, Jefri membeberkan peristiwa sebelum dirinya dipukuli oleh sejumlah anggota Ormas di Lapo Mandailing Coffee pada Jumat (4/3/2022) sekitar pukul 20.30 WIB. 

Jefri bersama rekan jurnalis lainnya gencar memberitakan perihal penanganan kasus AAN yang dianggap janggal di Polda Sumut

Tak lama, ia dihubungi anggota AAN dan mengimingi uang. Sayangnya, tak menemukan titik temu sehingga Jefri mendapat tindakan kekerasan dari anggota Ormas yang merupakan anak buah AAN. (cr8/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved