Bocah 9 Tahun Dijual Ayahnya Untuk Dinikahi Pria 55 Tahun, Terkuak Tragedi Pilu Keluarga Miskin Ini
Baru-baru ini pernikahan seorang gadis kecil berusia 9 tahun dengan pria berusia 55 tahun menarik perhatian publik.
Penulis: Liska Rahayu | Editor: Liska Rahayu
Pada tanggal 24 Oktober, pria yang membeli Parwana, bernama Qorban, datang ke rumah dan menyerahkan kepada orangtuanya 200.000 AFN (mata uang Afghanistan) atau setara Rp 3.146.453.089 dalam bentuk domba, tanah, dan uang tunai.
Qorban tidak mengangga penjualan itu sebagai pernikahan.
Dia mengatakan dirinya sudah punya istri dan akan merawat Parwana seperti anak kecil.
"Harga untuk membeli Parwana sangat murah. Ayahnya sangat miskin dan dia membutuhkan uang. Dia akan bekerja di rumah saya. Saya tidak akan memukulnya, tetapi akan baik dan memperlakukannya seperti manusia, keluarga.” Katanya.
Pada hari “pernikahannya”, Parwana mengenakan jilbab hitam dengan karangan bunga warna-warni di lehernya.
Ia menyembunyikan wajahnya dan terisak ketika ayahnya memberi tahu Qorban bahwa ia telah menyerahkan anaknya untuk dinikahi.
“Ini pengantinmu, tolong jaga dia. Bertanggung jawablah padanya dan jangan pukul dia.” Kata ayahnya.
Qorban setuju lalu meraih lengan Parwana dan membawanya keluar.
Ketika mereka pergi, ayah Parwana masih berdiri di depan pintu.
Parwana mencoba untuk tetap tak bergerak hingga dia tidak harus pergi, tetapi tidak berhasil.
Gadis itu dibawa ke sebuah mobil dan perlahan-lahan pergi.
Meksipun ilegal untuk menikahi anak di bawah usia 15 tahun di negara ini, hal tersebut berlanjut selama bertahun-tahun, terutama di daerah pedesaan.
Sejak Taliban mengambil alih Afghanistan pada bulan Agustus, cerita memilukan seperti Parwana telah meningkat.
Menurut PBB, hampir 677.000 warga Afghanistan telah mengungsi tahun ini karena pertempuran.
Banyak dari mereka harus tinggal di gubuk-gubuk darurat di kamp-kamp pengungsi seperti keluarga Parwana.
Kemiskinan telah mendorong banyak gadis ke dalam pernikahan komersil.
Dan sekali diperdagangkan, kemungkinan gadis-gadis ini pergi ke sekolah atau memiliki kehidupan mandiri hampir nol.
(Yui/Tribun-Medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pernikahan-komersil-di-afghanistan.jpg)