Bocah 9 Tahun Dijual Ayahnya Untuk Dinikahi Pria 55 Tahun, Terkuak Tragedi Pilu Keluarga Miskin Ini

Baru-baru ini pernikahan seorang gadis kecil berusia 9 tahun dengan pria berusia 55 tahun menarik perhatian publik.

Penulis: Liska Rahayu | Editor: Liska Rahayu
eva.vn
Bocah 9 Tahun Dijual Ayahnya Untuk Dinikahi Pria 55 Tahun, Terkuak Tragedi Pilu Keluarga Miskin Ini. 

Parwana adalah salah satu dari banyak gadis di Afghanistan yang dijual untuk dinikahi saat krisis kemanusiaan negara itu semakin dalam.

Baca juga: NIkah Beda Usia 34 Tahun Istri Cantik 21 Tahun Kerap Digoda Pria Lain, Ki Daus Sempat Bertengkar

Baca juga: Beda Usia 15 Tahun, Inilah Potret Kemesraan Marion Jola dengan Pacar Barunya, Rayakan Valentine

Kelaparan telah mendorong beberapa keluarga untuk membuat keputusan yang memilukan, terutama saat musim dingin yang brutal mendekat.

Mohammad Naie Nazem, seorang aktivis hak asasi manusis di provinsi Badghis mengatakan, hari demi hari, jumlah keluarga yang menjual anak-anak mereka meningkat.

"Kurang makanan, kurangnya pekerjaan, mereka tidak punya pilihan." Katanya.

Abdul Malik, ayah Parwana, tidak bisa tidur tiap malam.

Sebelum membuat keputusan untuk menjual putrinya, dia merasa sangat bersalah, malu, dan cemas.

Abdul berusaha untuk tidak harus menjual anak-anaknya ketika datang ke Kota Qala-e-Naw.

Ia datang untuk mencari pekerjaan, tetapi gagal.

Bahkan harus meminjam uang dari kerabat dan istrinya harus mengemis makanan dari orang lain di kamp pengungsi.

Abdul tahu dia tidak punya pilihan lain.

"Keluarga saya beranggota delapan orang. Saya harus menjual anak-anak saya agar anggota keluarga lain bisa hidup." Kata Abdul.

Hasil penjualan putrinya Parwana dapat menghidupi keluarganya selama beberapa bulan sebelum ia harus mencari solusi lain.

Parwana berharap bisa mengubah pikiran orangtuanya.

Ia bercita-cita menjadi seorang guru dan tidak ingin putus sekolah.

Banyak orang Afghanistan tinggal di kamp-kamp pengungsian tanpa makanan dan pekerjaan.
Banyak orang Afghanistan tinggal di kamp-kamp pengungsian tanpa makanan dan pekerjaan. (eva.vn)

Namun, semua permohonan Parwana sia-sia.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved