Berpacu dengan Waktu untuk Mengevakuasi Warga, ISIS Ledakkan Bom, 90 Warga dan 13 Militer AS Tewas

Kepanikan melanda ibu kota Kabul, Afghanistan, setelah dua serangan bom terjadi di luar Bandara Internasional Hamid Karzai, Kamis (26/8/2021).

Editor: AbdiTumanggor
EPA VIA BBC
Ribuan warga Afghanistan di Bandara Kabul dan berupaya meninggalkan negara itu. Kini, Bom bunuh diri mengguncang Kabul, Afghanistan, menewaskan sedikitnya 13 tentara AS dan 90 warga sipil. Ledakan ganda yang terjadi pada Kamis (26/8/2021) tersebut terjadi saat negara-negara Barat, terutama AS, berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan proses evakuasi hingga batas 31 Agustus 2021. 

Peta Bandara <a href='https://tribunmedan.cfd/tag/kabul' title='Kabul'>Kabul</a>

Mimpi Buruk saat AS Berpacu dengan Waktu Evakuasi

Ledakan ganda yang terjadi pada Kamis (26/8/2021) tersebut terjadi saat negara-negara Barat, terutama AS, berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan proses evakuasi.

Presiden AS Joe Biden pada Kamis (26/8/2021) bersumpah akan memburu mereka yang bertanggung jawab atas bom bunuh diri kembar di Kabul.

Biden juga meminta Kementerian Pertahanan AS yang berkantor di Gedung Pentagon untuk mengembangkan rencana serangan balik.

ISIS-K (Khorasan), afiliasi ISIS yang ada di Irak dan Suriah, mengeklaim bertanggung jawab atas serangan mematikan tersebut sebagaimana dilansir Reuters.

Beberapa kritikus menyalahkan evakuasi yang tergesa-gesa dari Kabul saat Biden berkukuh enggan memperpanjang tenggat waktu yang jatuh pada 31 Agustus.

Para pejabat AS mengatakan pada Kamis, sekitar 1.000 warga AS masih tertahan di Afghanistan.

Senator AS dari Partai Republik Ben Sasse mengatakan, para pemimpin militer, intelijen, dan kongres telah memohon kepada Biden untuk melawan Taliban dan mendorong mereka keluar perimeter bandara.

"Ini adalah mimpi buruk yang kami takuti,” kata Sasse.

Senator AS dari Partai Demokrat Bob Menendez menuturkan, keamanan warga AS tidak dapat dipercayakan kepada Taliban.

“Saat kami menunggu rincian lebih lanjut, satu hal yang jelas: Kami tidak dapat memercayai Taliban untuk keamanan warga Amerika,” ujar Menendez.

(*/tribun medan/ kompas.com)

Sebelumnya Baca juga: Afghanistan Semakin Kacau, ISIS Sudah di Kabul, Mujahidin Bangkit Melawan Taliban: 60 Orang Tewas

Baca juga: Potret Gubernur Wanita Pertama Afghanistan Angkat Senjata sebelum Ditangkap Taliban, Kini Nasibnya?

Baca juga: Mantan Menteri Afghanistan jadi Pengantar Pizza di Jerman, Sudah Ajukan Banyak Lamaran

Baca juga: Sempat Mengaku Pasrah Dibunuh Taliban, Ini Kabar Terbaru Wali Kota Wanita Afghanistan

Baca juga: Perjuangan Ibu 11 Anak Berhasil Selamatkan 10 Anak Remaja Perempuan Tim Robotik Afghanistan

Sumber: Kompas.com
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved