Berpacu dengan Waktu untuk Mengevakuasi Warga, ISIS Ledakkan Bom, 90 Warga dan 13 Militer AS Tewas
Kepanikan melanda ibu kota Kabul, Afghanistan, setelah dua serangan bom terjadi di luar Bandara Internasional Hamid Karzai, Kamis (26/8/2021).
TRIBUN-MEDAN.COM - Pihak Taliban menolak kemungkinan pasukan asing masih bisa berada di Afghanistan untuk terus membantu evakuasi setelah tanggal 31 Agustus 2021.
Juru bicara Taliban, Suhail Shaheen, mengatakan kepada jaringan televisi Inggris, Sky News, bahwa akan ada 'konsekuensi' bila pasukan asing masih bertahan di sana setelah tenggat waktu, dan hal ini akan dipandang sebagai 'perpanjangan pendudukan".
"Bila AS atau Inggris mencoba mencari waktu tambahan untuk melanjutkan evakuasi, jawabannya adalah tidak. Atau akan ada konsekuensi," katanya.
Di Twitter, Shaheen menulis bahwa 'mereka yang memiliki dokumen sah' bisa terbang dari Bandara Kabul dengan menggunakan pesawat komersial setelah tanggal 31 Agustus 2021.
Namun, masih belum jelas apakah ada maskapai penerbangan yang mau terbang ke bandara yang dikuasai oleh kelompok militan ini.
Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, mengatakan sedikitnya 4.500 warga negara AS dan keluarganya sudah dievakuasi dari Afghanistan sejak pertengahan Agustus dan Deplu sudah menghubungi sekitar 1.500 lainnya yang masih berada di sana.
Dalam jumpa pers di Washington, Blinken mengatakan tidak ada batas waktu dalam usaha membantu mereka yang ingin meninggalkan Afghanistan, apakah mereka warga AS atau bukan, dan pertolongan akan terus berlanjut 'sepanjang masih dibutuhkan'.
Militer AS mengatakan mereka memfokuskan diri untuk menarik pasukan mereka dari Afghanistan dalam dua hari terakhir menjelang 31 Agustus ini.

Lebih dari 100 ribu orang telah dievakuasi dari Afghanistan.
Sejak 14 Agustus 2021, sebanyak 100 ribu orang lebih telah dievakuasi dari Afghanistan setelah Taliban berhasil mengambilalih kekuasaan.
"Sejak 14 Agustus, AS telah mengevakuasi dan memfasilitasi evakuasi sekitar 104.000 orang," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan seperti diberitakan kantor berita AFP, Jumat (27/8/2021).
Pengumuman ini dikeluarkan beberapa jam setelah para pengebom bunuh diri menewaskan 90 warga dan 13 tentara Amerika Serikat di tengah kerumunan orang yang berkumpul di luar bandara Kabul, Kamis (26/8/2021).
Peristiwa bom bunuh diri ini seiring semakin dekatnya batas waktu 31 Agustus bagi Amerika Serikat dan sekutunya untuk menarik seluruh pasukannya dari Afghanistan.
Hingga Jumat (27/8/2021), sebanyak 104.000 warga sipil telah dievakuasi dari Afghanistan, termasuk 66.000 orang dari AS serta 37.000 individu dari negara sekutu dan mitra AS.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ribuan-warga-afghanistan-di-bandara-kabul.jpg)