Sempat Mengaku Pasrah Dibunuh Taliban, Ini Kabar Terbaru Wali Kota Wanita Afghanistan

“Taliban datang ke rumah saya di Afghanistan, mereka mencari saya dan mereka juga memukuli penjaga rumah saya,” kata Zarifa Ghafari.

Editor: Tariden Turnip
afp
Sempat Mengaku Pasrah Dibunuh Taliban, Ini Kabar Terbaru Wali Kota Wanita Afghanistan. Wali Kota wanita pertama di Afghanistan Zarita Ghafari 

TRIBUN-MEDAN.COM - Inilah kabar terbaru wali kota wanita pertama di Afghanistan Zarifa Ghafari, sempat pasrah dibunuh Taliban.

Zarifa Ghafari menjabat Wali Kota di Maidan Shahr, Provinsi Wardak, di sebelah barat Kabul, ketika berusia 26 tahun sejak 2018.

Namun nyawanya berada dalam bahaya setelah Taliban menguasai Afghanistan sejak 15 Agustus 2021.

Zarifa Ghafari bahkan pasrah menunggu Taliban datang dan membunuhnya.

"Saya duduk di sini menunggu mereka datang. Tidak ada yang membantu saya atau keluarga saya. Saya hanya duduk bersama mereka dan suami saya. Dan mereka akan datang untuk orang-orang seperti saya dan membunuh saya," kata Ghafari,

"Saya tidak bisa meninggalkan keluarga saya. Lagi pula, ke mana saya akan pergi?"

Ternyata Zarifa Ghafari dan keluarganya berhasil kabur ke Jerman.

Zarifa Ghafari tiba di Jerman, Senin 23 Agustus 2021 malam.

Kanselir Negara Bagian Rhine-Westphalia Utara (NRW), mengatakan mendarat bersama anggota keluarganya di Bandara Cologne / Bonn.

Dia kemudian bertemu Perdana Menteri NRW dan kandidat Kanselir Serikat Armin Laschet (CDU) di Düsseldorf.

Zarifa Ghafari beruntung bisa kabur ke Istanbul Turki melalui Islamabad Pakistan.

Berjuang dari Pengasingan 

Zarifa Ghafari berterima kasih kepada pemerintah dan rakyat Jerman karena "menyelamatkan" hidupnya dan keluarganya.

"Saya di sini hanya untuk menyuarakan harapan 99% orang di Afghanistan yang tidak bisa keluar dari rumah mereka, para wanita yang tidak mampu bekerja, para wanita yang tidak mampu berbicara," kata Zarifa Ghafari  kepada kantor berita ANI melalui konferensi video.

Dia mengungkap pasukan Taliban mendatangi rumahnya untuk menemukan dirinya.

Pasukan Taliban juga memukuli penjaga rumahnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved