Berpacu dengan Waktu untuk Mengevakuasi Warga, ISIS Ledakkan Bom, 90 Warga dan 13 Militer AS Tewas
Kepanikan melanda ibu kota Kabul, Afghanistan, setelah dua serangan bom terjadi di luar Bandara Internasional Hamid Karzai, Kamis (26/8/2021).
Sementara itu, bom kedua meledak tak berselang lama dari ledakan bom pertama, dan terjadi di dekat Abbey Gate, salah satu pintu masuk utama Bandara Internasional Hamid Karzai.
Menurut sejumlah laporan, ledakan kedua itu terjadi di dekat saluran pembuangan, di mana banyak warga Afghanistan sedang menunggu proses untuk bisa keluar dari negara itu.
Setelah dua ledakan bom dalam waktu berdekatan itu, penduduk Afghanistan kembali dikejutkan oleh suara ledakan ketiga sekitar pukul 20.00 waktu setempat.
Akan tetapi, seorang juru bicara Taliban mengonfirmasi bahwa ledakan ketiga itu berasal dari militer AS yang menghancurkan amunisi.
Rob McBride dari Al Jazeera yang melaporkan dari Kabul mengatakan, ledakan ketiga itu terdengar seperti "dentuman yang sangat keras, dan berasal dari ledakan yang sangat besar".
Bersiap untuk serangan lanjutan
Melansir Reuters, Jumat (27/8/2021), pasukan AS di Kabul kini bersiap menghadapi lebih banyak serangan dari ISIS.
Seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa jumlah personel AS yang tewas kemungkinan akan meningkat lebih tinggi lagi.
Selain 13 orang yang tewas, 18 pasukan AS terluka dan sedang dalam proses dievakuasi dengan C-17 dengan unit bedah.
Serangan itu menandai korban militer AS pertama di Afghanistan sejak Februari 2020 dan merupakan insiden paling mematikan bagi pasukan AS di negara itu dalam satu dekade.
Dalam sebuah pernyataan, ISIS mengaku bertanggung jawab dan mengatakan salah satu pembom bunuh diri mereka telah menargetkan "penerjemah dan kolaborator tentara AS".
Jenderal Korps Marinir Frank McKenzie, kepala Komando Pusat militer AS, mengatakan dalam jumpa pers bahwa ledakan itu diikuti dengan baku tembak.
Sebelumnya, telah diperingatkan akan ada potensi ancaman dari ISIS di tengah evakuasi warga yang begitu berjubel di luar bandara Kabul.
"Kami percaya itu adalah keinginan mereka untuk melanjutkan serangan ini dan kami memperkirakan bahwa serangan itu berlanjut, dan kami melakukan segala yang kami bisa untuk bersiap," kata McKenzie.
McKenzie menambahkan bahwa potensi serangan berikutnya dapat berasal dari roket yang ditembakkan ke bandara atau bom mobil yang menerjang kerumunan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ribuan-warga-afghanistan-di-bandara-kabul.jpg)