China Kirim Minyak Sulingan 587 Ton ke Korut, AS: Bahaya, Bangun Senjata Nuklir, Kimia dan Biologi
Amerika Serikat: Membahayakan Korea Utara Terus bangun senjata nuklir, kimia, dan biologi
Bagi ketujuh negara kaya ini, manuver Rusia di kawasan tersebut merupakan upaya jahat yang bertujuan untuk merusak sistem demokrasi negara lain.
Rudal balistik terbaru Korea Utara yang diyakini terbesar di dunia saat ini. (Yonhap)
Korea Utara terima 587 ton pasokan minyak sulingan dari China selama Maret
Sementara, China belakangan ini semakin menguatkan mitra persenjataannya ke Korea Utara.
Pada Maret lalu, China kembali memasok ratusan ton minyak ke Korut.
Komite Sanksi PBB menyatakan bahwa China telah memasok sekitar 587 ton minyak sulingan ke Korea Utara pada bulan Maret.
Data tersebut diterima PBB langsung dari pihak Tiongkok.
Data PBB yang dikutip Yonhap mengungkap, Beijing memasok Pyongyang dengan 4.893 barel minyak atau setara dengan 587,4 ton, pada bulan Maret.
Jika melihat jumlahnya, suplai minyak China ke Korea Utara pada bulan Maret saja sudah mewakili sekitar 1% dari volume minyak sulingan yang dapat disuplai ke Utara dalam setahun.
Nasib Korea Utara terkait impor minyak memburuk setelah Resolusi Dewan Keamanan PBB 2397 disahkan pada tahun 2017 silam.
Resolusi, yang dibuat setelah Korea Utara meluncurkan rudal jarak jauh tersebut menetapkan batas atas jumlah minyak sulingan tahunan yang dapat ditawarkan atau dijual ke Korea Utara sebesar 500.000 barel, yang setara dengan 60.000-65.000 ton.
Jumlah besar yang diterima Korea Utara pada bulan Maret tersebut menaruh curiga pada negara Barat.
Konvoi rudal Korea Utara dalam parade militer Sabtu 10 Oktober 2020 (yonhap)
AS: Membahayakan Korea Utara Terus bangun senjata nuklir, kimia, dan biologi
Sebelumnya, pihak Amerika menuding Korea Utara terus membangun senjata kimia dan biologis, selain senjata pemusnah massal (WMD) lainnya seperti nuklir, yang menjadi ancaman serius bagi dunia.
Menurut Jennifer Walsh, Asisten Deputi Menteri Pertahanan AS Bidang Pertahanan Dalam Negeri dan Keamanan Global, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sebenarnya bisa menggunakan senjata-senjata tersebut jika terjadi konflik di Semenanjung Korea.
"Terus membangun senjata nuklir, kimia, dan biologi, Korea Utara membahayakan stabilitas internasional dan melemahkan rezim nonproliferasi global. Kemampuan ini menimbulkan ancaman bagi pasukan AS dan sekutu," kata Walsh, Selasa (4/5/2021), dalam pernyataan kepada Sub-komite DPR AS untuk Intelijen dan Operasi Khusus.
"Mengingat risiko bahwa Kim Jong Un bisa berusaha untuk menggunakan WMD dalam rangka atau untuk mencegah konflik di Semenanjung Korea, Pasukan Gabungan harus siap untuk sejumlah kemungkinan terkait WMD yang memerlukan operasi di lingkungan yang terkontaminasi CBRN," ujar dia, seperti dikutip Yonhap.
CBRN adalah singkatan dari kimia, biologi, radiologi, dan nuklir.
Berkaca dari tindakan Pyongyang menggunakan senjata kimia saat membunuh Kim Jong Nam, saudara laki-laki Kim Jong Un, di Malaysia pada 2017.
Walsh mencatat; Korea Utara, bersama dengan negara-negara seperti China, Rusia dan Iran, terus meningkatkan kemampuan senjata kimia dan biologi.
"Pandemi Covid-19 terus menunjukkan ancaman yang ditimbulkan oleh insiden biologis. Dan kemajuan ilmiah dalam bioteknologi menciptakan jenis tantangan baru sekaligus menurunkan hambatan masuk untuk pengembangan, proliferasi, dan penggunaan WMD," sebut dia.
Defile pasukan Korea Utara dalam parade militer Sabtu 10 Oktober 2020 (yonhap)
China salah satu sumber bahan senjata kimia Korea Utara
Walsh menyatakan, AS dan Korea Selatan bekerjasama untuk melawan segala jenis ancaman dari Korea Utara.
"Kami bekerja dengan sekutu kami Republik Korea untuk memastikan bahwa kami siap untuk kontinjensi WMD, terlepas dari apa ancamannya," katanya.
Walsh menyebut China sebagai salah satu sumber bahan senjata kimia dan biologi terbesar untuk Korea Utara.
"Entitas dan individu China terus mentransfer materi sensitif proliferasi ke Korea Utara, Iran, dan aktor ancaman lainnya, dan China telah menunjukkan lemahnya penegakan kontrol ekspor domestik dan rezim sanksi multilateral yang dimaksudkan untuk mencegah transfer semacam itu," ujar Walsh yang dilansir dari tayangan Kontan.co.id yang berjudul:AS: Terus bangun senjata nuklir, kimia, dan biologi, Korea Utara membahayakan
Pada 2020, Angkatan Darat AS memperkirakan, Korea Utara memiliki hingga 5.000 ton senjata kimia dari sekitar 20 jenis berbeda, menjadikannya pemilik agen kimia terbesar ketiga di dunia.
(*/Tribun-Medan.com/ Kontan.co.id)
Baca juga: Perang Rusia vs Ukraina, Puluhan Militer Ukraina Tewas, 20 Kapal Perang Rusia Blokir Laut Hitam
Baca juga: CHINA Kerahkan Kapal Perang di Laut China Selatan, Menteri Pertahanan Filipina Mengadu ke Amerika
Baca juga: Selain Laut China Selatan, Kini Duet China-Rusia Hampir Telah Menguasai Kutub Utara-Kutub Selatan
Baca juga: Semena-mena Klaim Laut China Selatan, China Kalangkabut, 7 Negara Ingin Bergabung Menggempurnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/rudal-korut_20170417_205307.jpg)