Selain Laut China Selatan, Kini Duet China-Rusia Hampir Telah Menguasai Kutub Utara-Kutub Selatan

Gunung es seluas hampir 5.800 kilometer persegi atau setara luas Pulau Bali itu sebelumnya lepas dari Antartika pada Juli 2017 lalu.

Editor: AbdiTumanggor
global times
Konvoi kapal induk Liaoning milik Tiongkok . 

Selain Laut China Selatan (LCS), China juga ingin menguasai Antartika dan Arktika bersama-sama dengan Rusia. Meski diancam kebijakan Internasional, Negeri Panda justru makin ingin mempertontonkan eksistensinya.

TRIBUN-MEDAN.COM — Gunung es A68 akhirnya mencair hilang sepenuhnya.

Gunung es seluas hampir 5.800 kilometer persegi atau setara luas Pulau Bali itu sebelumnya lepas dari Antartika pada Juli 2017 lalu.

Dan baru-baru ini, pada April 2021, bagian gunung es itu dilaporkan telah mencair tak bersisa.

Hilang, menyatu dengan air di lautan.

Gunung es yang diperkirakan seberat triliun ton itu sebelumnya menjadi pemberitaan besar dunia internasional karena patah atau lepas dari Antaritika.

A68 adalah adalah salah satu gunung es terbesar yang pernah lepas dari Antartika berdasarkan catatan para peneliti sejak bertahun-tahun sebelumnya.

A68 terlepas dari Beting Es Larson C di tepi Semenanjung Antartika, dan selama setahun hampir tidak bergerak.

Tapi kemudian ia mulai mengapung ke utara dengan kecepatan yang meningkat, mengikuti arus dan angin yang kuat.

Gunung es A68 kemudian bergerak berputar ke Atlantik Selatan menuju Wilayah Luar Negeri Inggris di Georgia Selatan.

Pulau kecil itu adalah tempat banyak gunung es terbesar mati.

Gunung-gunung es itu biasanya terjebak di perairan dangkal setempat dan kemudian akan mencair secara bertahap.

Namun, gunung es A68 nyatanya berhasil lolos dari takdir umum bagi gunung-gunung es besar seperti itu. Gunung es A68 hancur oleh gelombang, air hangat, dan suhu udara yang lebih tinggi di Atlantik. Ia kemudian hancur berkeping-keping menjadi fragmen-fragmen yang lebih kecil dan sangat kecil, baru kemudian mencair.

Sambil mengamati gunung es yang anggun di Greenland, pengunjung harus menjaga jarak aman.
 
Sambil mengamati gunung es yang anggun di Greenland, pengunjung harus menjaga jarak aman. Florian Ledoux

"Sungguh menakjubkan bahwa A68 dapat bertahan selama itu (hampir empat tahun)," ujar Adrian Luckman, peneliti dari Swansea University, seperti dikutip dari BBC News.

"Jika Anda berpikir tentang rasio ketebalan --ini seperti empat lembar kertas A4 yang ditumpuk satu sama lain. Jadi benda ini sangat fleksibel dan rapuh saat bergerak di sekitar lautan. Dapat bertahan selama bertahun-tahun seperti itu. Tapi akhirnya pecah menjadi empat hingga lima bagian dan kemudian hilang juga."

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved