News Video
Semengerikan Inikah Anak Gunung Krakatau, Ternyata Aktivitas Vulkanik Sudah Terjadi Sejak 1928
sebuah kapal wisata sempat hampir ditabrak oleh 'bom lava' Anak Gunung Krakatau yang meletus, seperti diwartakan South China Morning Post.
Suara dentuman tersebut, menurutnya, membuat takut untuk keluar rumah.
Takut ada tsunami hingga abu tebal
Sementara itu, warga di pesisir Kalianda, Lampung Selatan, Lampung, terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi.
Karena takut terjadi tsunami pasca-erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Warga di pesisir Kalianda langsung mengungsi ke gunung. Trauma karena tsunami kemarin,” kata Umar, warga Lampung Selatan.
Hal sama juga disampaikan Rahmatullah (Rahmat), warga Pulau Sebesi yang berada 19 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.
Menurutnya, akibat letusan itu warga di sekitar pantai memilih untuk mengungsi.
“Tadi warga yang ada tinggal di bibir pantai langsung mengungsi. Ada peringatan tadi,” kata Rahmat.
Rahmat juga menggambarkan, abu tebal ikut menyembur sejak gunung di Selat Sunda itu meletus.
“Abunya tebal, dari jam 12 malam tadi turun. Sampai di depan rumah ini masih ada abunya,” kata Rahmat saat dihubungi, Sabtu (11/4/2020) dini hari.
Artikel ini telah tayang di Intisari.Grid.id dengan judul : "Aktivitas Vulkanik Anak Gunung Krakatau Ternyata Terjadi Sejak 1928, Semengerikan Inikah Anak Krakatau?"