News Video

Semengerikan Inikah Anak Gunung Krakatau, Ternyata Aktivitas Vulkanik Sudah Terjadi Sejak 1928

sebuah kapal wisata sempat hampir ditabrak oleh 'bom lava' Anak Gunung Krakatau yang meletus, seperti diwartakan South China Morning Post.

Editor: M.Andimaz Kahfi

"Biasanya dalam jarak dua kilometer, kedengaran hanya suara desis saja," ujarnya pula.

Sementara itu, menurut Rahmat Triyono, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG dalam pernyataan yang diterima ANTARA, suara tersebut tidak ada kaitannya dengan gempa tektonik yang terdeteksi di wilayah sekitar Gunung Anak Krakatau.

Dari pantauan BMKG terkait gempa tektonik di Selat Sunda terjadi pada pukul 22.59 WIB, dengan magnitudo 2,4.

Pusat gempa tercatat di koordinat 6,66 lintang selatan (LS) dan 105,14 bujur timur (BT).

Tepatnya di laut pada jarak 70 kilometer (km) arah selatan baratdaya Gunung Anak Krakatau dengan kedalaman 13 km.

Kesaksian warga

Saat Gunung Anak Krakatau erupsi, warganet ramai membahas dentuman di media sosial yang mereka duga ada hubungannya dengan erupsi tersebut.

Salah satunya adalah Vina Trisna Widiatie, warga Cilebut, Kecamatan Bogor Barat, Jawa Barat.

Vina mengaku mendengar suara dentuman sekitar 02.30 WIB.

Saat itu, dirinya mengira bahwa suara tersebut adalah guntur pertanda hujan.

"Iya jam 2 tadi, lagi begadang nonton film. Nah, kedengaran suara gitu," ujar Vina warga Cilebut, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (11/4/2020).

"Saya kira dari tadi geluduk, mau hujan. Ternyata info teman, Krakatau meletus," jelasnya.

Sementara itu, salah satu warga Pancasan, Kecamatan Bogor Barat, Ayda Parlina, juga mengaku mendengar suara dentuman tersebut.

"Suaranya jelas banget, aku pikir mah memang karena mau hujan enggak jadi," ungkapnya.

Namun, Ayda mengaku tak merasakan getaran apapun saat erupsi Gunung Anak Krakatau tersebut.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved