Tapanuli Tengah Terkini

Demo Warga di Tapteng: Kami Makan Beras Campur Lumpur

Massa demo di depan DPRD Tapanuli Tengah terkait pendataan korban banjir yang hingga kini belum tuntas.

Penulis: Azis Husein Hasibuan | Editor: Tria Rizki

Demo Warga di Tapteng: Kami Makan Beras Campur Lumpur

TRIBUN-MEDAN.COM, PANDAN - Hampir seratusan massa berunjuk rasa meminta kejelasan bantuan pascabencana di depan DPRD Tapanuli Tengah (Tapteng), Senin (20/4/2026).

Massa berorasi terkait pendataan korban banjir yang hingga kini belum tuntas. Termasuk dana tunggu hunian (DTH) dan jaminan hidup (jadup).

Menurut massa, warga korban banjir sangat membutuhkan kedua bantuan itu, sebab kondisi rakyat sekarang sungguh melarat.

"Anaknya menangis kelaparan, minta uang jajan. Bagaimana meminta uang jajan, uang di kantong pun sudah ludes," ujar orator aksi dari Cendekia Muslim Indonesia Riski Pane.

Begitu juga yang disampaikan Lasna Zega, warga korban banjir dari Pagaran Onas, Badiri. Ia mengaku rumahnya sudah rusak akibat banjir dan kini berada di hunian sementara (huntara) Pinangsori.

"Kami datang ke DPRD ini untuk menagih janji para dewan. Bantu kami. Dulu bapak-bapak datang ke kami meminta dipilih. Sekarang kami datang ke sini memohon bantuan bapak," ujarnya.

Anggiat Marito menjelaskan aksi mereka di DPRD Tapteng merupakan aksi damai. Massa hanya menuntut pendataan korban banjir yang hingga lima bulan lamanya belum juga tuntas.

"Bahwa setelah bencana kami tidak pernah dipedulikan. Saya pribadi juga merasakan yang namanya memakan beras bercampur lumpur," ujarnya.

Permasalah lain juga diungkapkannya dalam orasi ini. Yakni, sumber air bersih sejak lima bulan pascabencana yang rasanya hingga kini masih menjadi persoalan.

"Kami belum pernah merasakan yang namanya air bersih yang layak dikonsumsi," katanya.

(ase/ Tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved