Virus Corona
Berita Virus Corona - China Identifikasi Pasien Virus Corona Jenis Baru, Belum Ada Obat dan Vaksin
Berita Virus Corona - China Identifikasi Pasien Virus Corona Jenis Baru, Belum Ada Obat dan Vaksin
"Tidak mungkin hal ini akan mengarah pada lonjakan kasus, karena tak akan memengaruhi protokol dalam mengonfirmasi kasus," jelas dia.
• Kompol RHA Diduga Terlibat Pembakaran Penginapan di Tuktuk yang Dilakukan Rosmaida Manurung
• Sempat Buronan 2 Tahun dan Ditangkap di Jakarta, Kejaksaan Bebaskan Jentang, Kasus Sewa Tanah Negara
Selain merilis pedoman baru bermuatan gejala dan kategori baru, NHC juga merekomendasikan pengobatan koktail dari obat antivirus yang dikenal sebagai Kaletra, ribavirin, dan interferon, yang bisa dihirup.
• Wartawan Ini Investigasi Menyamar Orang Gila, Temukan Fakta Pilu dan Mengerikan di RS Jiwa
Meski begitu Huang mengatakan tidak ada obat yang terbukti menyembuhkan virus corona.
Antivirus digunakan dalam pengobatan HIV, hepatitis, dan influenza.
Namun, antivirus hanya membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh pasien untuk membunuh virus atau mencegah replikasi virus.
"Untuk kasus-kasus ringan, Anda akanl lebih fokus pada cara-cara untuk meningkatkan sistem kekebalan pasien."
"Sehingga obat-obatan lebih tua seperti interferin dan lain-lain seperti itu, mungkin bisa sangat berguna," kata seorang eksekutif industri farmasi yang tak ingin sebutkan namanya.
Dilansir SCMP, Jumat (7/2/2020), Direktur Perawatan Kritis di Rumah Sakit Ruijin, Chen Dechang, mengungkapkan saat ini belum ada obat yang bisa membunuh virus corona secara langsung.
Ia menyebutkan kesembuhan pasien berdasarkan pada pasien itu sendiri.
Yakni tergantung kekebalan tubuh masing-masing.
"Belum ada obat yang bisa membunuh virus secara langsung."
• KABAR Terbaru Siswa SMP HKBP Sidikalang yang Duel Maut, Polisi Periksa Tiga Saksi
• Dinas Pariwisata Fasilitasi Anak Muda Kembangkan Seni Bermusik di Kota Binjai
"Itu bergantung pada kekebalan tubuh pasien, apakah mereka bisa melawan balik virus dan membersihkan sel yang terinfeksi."
"Dibutuhkan waktu lama untuk mengembangkan obat dan vaksin baru," ujar dia.
Perlahan, jumlah kasus virus corona semakin meningkat.
Mengutip worldometers.info, total kasus 2019-nCoV telah mencapai angka 31.481 pada Jumat pukul 13.07 WIB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pria-berbohong-balik-dari-wuhan-sakit-sengaja-menularkan-virus-corona-bisa-terancam-hukuman-mati.jpg)