Prajurit TNI Gugur di Lebanon

TNI Berduka Lagi, Kopral Rico Pramudia Gugur di Lebanon, Sempat Kritis Akibat Kena Ledakan Proyektil

Kopral Rico Pramudia yang sebelumnya kritis, dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit Beirut pada Jumat (24/4/2026)

|
Editor: Juang Naibaho
Istimewa
Prajurit TNI yang tergabung dalam misi UNIFIL, Kopral Rico Pramudia, gugur di Lebanon. (Dok Istimewa) 

TRIBUN-MEDAN.com - TNI kembali berduka. Prajurit TNI yang gugur di Lebanon bertambah lagi.

Kopral Rico Pramudia yang sebelumnya kritis, dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit Beirut pada Jumat (24/4/2026) waktu setempat.

Pengumuman gugurnya Rico disampaikan langsung oleh UNIFIL lewat pernyataan di akun X.

Rico Pramudia menjadi prajurit TNI keempat yang meninggal dunia di Lebanon di tengah berkecamuknya perang antara Israel dan Hizbullah.

Tiga anggota TNI yang gugur sebelumnya adalah:

1. Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar

2. Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan

3. Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon.

Baca juga: VIRAL Guru Diduga Bawa Pulang Ratusan Paket MBG, Siswa SMA Protes: Ompreng Sudah Kosong

Rico sebelumnya mengalami luka parah karena ledakan proyektil yang menyasar ke pos UNIFIL di Adchit Al Qusayr.

"UNIFIL menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga dan kolega Kopral Pramudia serta Tentara Indonesia dan Pemerintah dan rakyat Republik Indonesia atas kehilangan yang tragis dan tak tergantikan ini," demikian pernyataan UNIFIL.

"Kami menuntut dari semua pihak agar mereka menjunjung tinggi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan memastikan keselamatan dan keamanan personel dan properti PBB setiap saat," lanjut pernyataan tersebut.

UNIFIL kembali menegaskan bahwa serangan yang disengaja terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan resolusi Dewan Keamanan 1701, dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Rangkaian serangan yang terjadi pada 29-30 Maret dan 3 April tersebut juga menyebabkan 7 tentara TNI terluka, selain Kopral Rico yang baru wafat usai dirawat.

Serangan artileri pada 29 Maret juga menewaskan Praka Farizal Rhomadhon. Insiden itu pula yang menyebabkan Kopral Rico terluka parah.

Kemudian pada 30 Maret, dua personel TNI, yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan, gugur saat konvoi pasukan yang mereka kawal diserang.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved