Dinas Pariwisata Fasilitasi Anak Muda Kembangkan Seni Bermusik di Kota Binjai
Kesenian saat ini turut menjadi perhatian pihak pemerintah untuk mengembangkan potensi seni yang ada di setiap daerah.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kesenian saat ini turut menjadi perhatian pihak pemerintah untuk mengembangkan potensi seni yang ada di setiap daerah.
Mengingat besarnya potensi kesenian tersebut, Dinas Pariwisata Kota Binjai mendirikan Sanggar Idaman sebagai wadah anak muda binjai untuk berkarya.
Dibangun pada tahun 2012, Sanggar Idaman yang berfokus kepada musik tradisional modern dan tari ini kini menjelma menjadi sanggar dengan meraih banyak prestasi baik di dalam maupun luar negri diantaranya.
Yogi Syahputra, Pelatih Sanggar Idaman sekaligus bassist Band Fayo ini mengungkapkan bahwa antusias anak muda Binjai terhadap seni meningkat pesat beberapa tahun terakhir sejak adanya sanggar seni ini.
"Dari tahun ke tahun atensinya semakin meningkat yang dari awalnya pendaftaran anggota hanya delapan orang, di tahun lalu pendaftarnya meningkat menjadi 20 orang dan di tahun ini meningkat menjadi 80 orang. Saya rasa atensi di Binjai sudah cukup tinggi," ungkap Yogi, Jumat (7/2/2020).
Yogi menuturkan bahwa awalnya anak muda di Sanggar Seni Binjai ini kebanyakan tidak memiliki dasar bermusik.
Namun melihat antusias anggota ketika mendaftar, maka Sanggar Seni memberikan pembekalan awal terhadap musik.
"Rata-rata awalnya mereka tidak memiliki dasar bermusik. Dua minggu kita ajar dasar bermusik. Seperti teori dasar musik, sejarah musik, dan metode diskusi mengenai musik. Hal ini agar mental mereka bagus dan berani bicara. Mereka tidak hanya belajar tapi mereka bisa membagi ilmu," ujar Yogi.
Sanggar Seni ini rutin mengadakan kegiatan setiap Rabu dan Jumat setiap minggunya. Yogi menuturkan bahwa persentasi untuk rutiniras latihan berkisar 40 persen untuk Latihan dan 60 persen untuk berdiskusi mengenai musik.
Ketua Sanggar Idaman Binjai, Lea mengungkapkan bahwa awalnya bergabung di Sanggar Idaman Binjai ini ketika berlatih untuk menggantikan posisi tim untuk manggung.
"Dulu awalnya saya dimintakan untuk membantu tim yang akan manggung di Jambi karena kondisinya vocalisnya berhalangan berangkat, setelah itu, melihat dan mempelajari sistem latihan yang saya rasa menarik dan akhirnya saya tertarik ingin bergabung," ungkap Lea.
Lea juga memiliki harapan besar agar Sanggar Idaman Binjai ini dapat menjadi wadah masyarakat dalam berkreativitas dan mengapresiasi dalam musik.
"Harapannya, kedepan sanggar ini lebih maju lagi untuk tetap melestarikan lagu-lagu tradisi yang dikemas apik dan juga dicintai masyarakat. Semakin banyak prestasi baik di luar maupun dalam kota dan tetap membanggakan kota Binjai," harapnya. (cr13)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/dokumentasi-kegiatan-sanggar-idaman-binjai-dalam-berbagai-event-beberapa-waktu-lalu.jpg)