Siswi SMP Dicabuli Guru, Trauma Sekolah dan Sembunyikan Kehamilan Selama 8 Bulan Pakai Hijab Besar
Sebelum dicabuli, siswi SMP berinisial DPK (14) dicekoki dengan minuman bius yang menyebabkan korban tidak sadar.
Siswi SMP Dicabuli Guru, Trauma Sekolah dan Sembunyikan Kehamilan Selama 8 Bulan Pakai Hijab Besar
TRIBUN-MEDAN.com - Sebelum dicabuli, siswi SMP berinisial DPK (14) dicekoki dengan minuman bius yang menyebabkan korban tidak sadar.
DPK yang tidak mengetahui minuman air putih yang sudah dicampur bius itu akhirnya meminumnya.
Setelah itu, DPK tidak sadar dan guru olah vokal ID (51) melaksanakan niatnya mencabuli anak didiknya sendiri.
Mulya mengatakan, saat melakukan tindakan keji itu, korban datang bersama dengan dua orang temannya yang sama-sama belajar olah vokal di rumah tersangka di Padang Panjang.
Baca: Delapan Tahun Dipasung Keluarga, Akhirnya GS Bebas di Tangan Dr Nimpan
Baca: Pejabat Kemenhub Kembali Dijadikan Tersangka Korupsi Bandara Lasondre, Kali Ini KPA
Untuk memuluskan niat jahatnya, tersangka menyuruh dua orang teman korban pergi ke pasar membeli makanan.
"Setelah teman korban pergi, tersangka memberikan minuman bercampur bius itu dan kemudian melakukan pencabulan," kata Mulya.
Setelah itu, ketika teman korban datang, kondisi sudah mulai biasa saja dan tersangka mengajar les. Sedangkan korban antara sadar dengan tidak sadar dengan apa yang dialaminya.
Setelah upayanya berhasil, tersangka melakukannya lagi hingga empat kali sejak Januari 2019 lalu.
"Ada empat kali tindakan pencabulan sejak Januari 2019 lalu. Selain menggunakan obat bius, korban juga diminta tutup mulut dan dikasih uang hingga akhirnya kasusnya terungkap," kata Hidup Mulya.
Sebelumnya diberitakan, sambil mengajar les olah vokal, seorang guru privat berinisial ID (51) diduga tega melakukan pencabulan terhadap anak didiknya sendiri, DPK (14).
Baca: Viral Kisah Anak Jual Ibunya yang Sedang Sakit Rp 10 Ribu, Kesal karena Orangtuanya Tidak Kaya
Baca: Homo Koruptorensis di Sekitar Kita
Ironisnya, perbuatan ID diketahui setelah DPK yang merupakan pelajar di sebuah SMP di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, itu hamil 8 bulan.
Berdasarkan laporan yang diterima polisi, kejadian pencabulan dilakukan sebanyak empat kali di sela-sela les olah vokal yang dilakukan ID pada DPK.
Diduga kejadian tersebut dilakukan sejak tahun 2018 lalu karena usia kehamilan DPK sudah mencapai 8 bulan.
Hari ini setelah melalui pemeriksaan intensif, ID akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sma-siswi-hamil_20171005_054722.jpg)