Banjir dan Longsor di Tapteng

Said Siregar Coba Tegar Usai Anak Istri dan 5 Anggota Keluarga Tewas Tertimbun Longsor Sibolga 

Istri dan anak tewas tertimbun longsor di Sibolga, Said Siregar cerita setiap malam menangis

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Tria Rizki

Malam Hangat Berubah Mencekam, Said Siregar Coba Tegar Usai Anak Istri dan 5 Anggota Keluarga Tewas Tertimbun Longsor Sibolga 


TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Malam itu, sekira selepas magrib, keluarga kecil berjumlah 8 orang sedang berkumpul di sebuah rumah sederhana, di Gang Murai, Lingkungan II, Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan.

Nenek Masraini Simamora, memasak di dapur menyiapkan makan malam untuk disantap bersama.

Sedangkan 7 anggota keluarga yang lain bercengkrama di ruang tamu, menunggu makan malam selesai.

Tujuh orang tersebut ialah Fajri Tanjung, suami dari Masraini, Indah Septiani Tanjung beserta suaminya Doni Damara Simatupang, juga anaknya, Alfiandra Putra Simatupang.

Lalu ada Elsa Elvita Sari Tanjung, anak perempuan dari Misriani serta suami dan anaknya bernama Muhammad Said Siregar, Khabib Syarham Siregar (6).

Suasana malam itu begitu hangat, karena anak dan menantu pasangan dari Misriani dan Fajri Tanjung berkumpul.

Udara malam itu juga begitu sejuk karena sedang hujan, ditambah angin laut pantai Kota Sibolga berhembus ke arah perbukitan.

Suara adzan berkumandang sahut menyahut, dan orang-orang lalu lalang hendak ke masjid maupun keluar gang.

Ketika hidangan hampir selesai usai magrib, listrik tiba-tiba padam dan membuat mereka kebingungan karena tak ada penerangan.

Muhammad Said Siregar sebagai menantu dari Misriani dan adik iparnya Indah Septiani Tanjung, kemudian keluar rumah hendak membeli senter.

Sebelum membeli senter, mereka berjalan kaki terlebih dahulu untuk mengambil sepeda motor tak jauh dari situ.

Begitu sudah berboncengan, keduanya sempat kembali ke rumah untuk pamit mencari senter.

Baru menarik gas motor sekitar 2 meter, tiba-tiba suara gemuruh terdengar dari kejauhan.

Muhammad Said Siregar dan adik iparnya Indah Septiani Tanjung terpaku, tak bisa bergerak, maupun berteriak.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved