Sejak awal berdirinya, perusahaan ini menargetkan pasar rute Sumatera Tengah dan wilayah Riau.
Langkah besar dalam sejarah perkembangannya terjadi pada tahun 2010, ketika PO Halmahera diakuisisi dan bergabung ke dalam naungan PT Pratama Makmur Jaya, atau yang lebih dikenal masyarakat dengan nama PO Bus Makmur, salah satu perusahaan bus legendaris yang sudah berdiri sejak tahun 1961.
Meskipun berada di bawah manajemen grup yang sama, PO Halmahera tetap beroperasi dengan merek dan identitasnya sendiri.
Baca juga: Profil Dante Sinaga, Eks Pejabat PT Inalum yang Didakwa Merugikan Negara Rp 141 Miliar
Gabungan kekuatan ini menjadikan PO Halmahera semakin kokoh, mampu memperluas jangkauan layanan, serta meningkatkan kualitas armada dan pelayanan hingga menjadi seperti yang kita kenal saat ini.
Kantor pusat perusahaan berlokasi strategis di Jl. Sisingamangaraja XII No.12, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, Sumatera Utara, di bawah kepemimpinan James Maja Philip Hutapea selaku Direktur Utama.
Satu hal yang paling melekat pada PO Halmahera adalah penampilan armadanya.
Bus-bus ini memiliki ciri khas warna bodi dominan ungu tua dan merah marun, yang dipadukan dengan garis aksen berwarna biru, kuning, dan putih.
Tulisan nama "HALMAHERA" yang dicetak besar dan tegas di sisi bodi membuatnya sangat mudah dikenali di jalan raya.
Kode registrasi kendaraannya pun memiliki pola khas wilayah Medan, yaitu BK 7xxx UA hingga BK 8xxx UA.
Untuk menjamin kenyamanan dan keamanan penumpang di jalanan Sumatera yang berkelok dan menanjak, PO Halmahera memercayakan armadanya pada teknologi terbaik.
Mayoritas armada yang beroperasi menggunakan sasis andalan Scania K410CB 6×2, yang dikenal tangguh dan bertenaga besar.
Sasis ini kemudian dipadukan dengan bodi buatan Karoseri Laksana, tipe Legacy SR3 XHD Prime Ultimate, salah satu jenis bodi bus paling mewah dan populer di Indonesia saat ini.
Desainnya mengusung konsep bus besar tronton dengan suspensi udara, kaca depan ganda, serta teralis pelindung kaca yang menjadi ciri khas bus-bus asal Sumatera Utara.
PO Halmahera sangat memahami bahwa perjalanan jarak jauh membutuhkan kenyamanan ekstra.
Oleh karena itu, seluruh armadanya dilengkapi fasilitas berstandar tinggi.
Kursi penumpang disusun dengan konfigurasi 1–2 yang memberikan ruang gerak lega, dapat direbahkan, dan dilengkapi sandaran kaki, bantal, serta selimut.
Kapasitas penumpang dibatasi hanya sekitar 36 hingga 40 orang agar tidak penuh sesak.
Fasilitas lain yang tersedia meliputi pendingin udara (AC) dingin yang stabil, layar TV LED di tiga titik kabin agar semua penumpang dapat menikmati hiburan, toilet bersih di bagian belakang, sekat kabin untuk privasi, serta colokan pengisian daya USB di setiap kursi.
Tersedia juga ruang khusus untuk merokok di bagian belakang bus.
Untuk menyesuaikan kebutuhan dan anggaran penumpang, PO Halmahera menyajikan dua pilihan kelas layanan:
- Kelas Eksekutif: Kelas standar yang sudah dilengkapi seluruh fasilitas lengkap dan nyaman.
- Kelas Royal Class: Kelas layanan tertinggi dengan armada terbaru, fasilitas lebih premium, dan kenyamanan ekstra untuk perjalanan jarak jauh.
Berpusat di Medan, PO Halmahera mengoperasikan jaringan rute yang sangat luas, menjangkau hampir seluruh wilayah strategis di Sumatera. Rute utama yang dilayaninya meliputi:
- Medan – Dumai – Pekanbaru – Rengat – Jambi – Palembang
- Medan – Rantau Prapat – Kisaran – Tebing Tinggi – Pematang Siantar
- Medan – Bukittinggi – Padang
- Medan – Banda Aceh
Dengan frekuensi keberangkatan mencapai 12 hingga 18 kali sehari dan jadwal keberangkatan setiap 1–2 jam sekali, penumpang memiliki fleksibilitas tinggi dalam memilih waktu perjalanan sesuai keinginan.
Selama beroperasi, PO Halmahera dikenal memiliki komitmen kuat dalam meremajakan armada.
Pada rentang tahun 2020 hingga 2024, perusahaan melakukan renovasi besar-besaran dan penggantian armada secara total dengan unit-unit baru, menjadikan usia armadanya tergolong muda dan terawat baik.
Keunggulan utamanya terletak pada ketepatan waktu keberangkatan, harga tiket yang bersaing, serta pelayanan ramah dari kru bus.
Namun, perjalanan panjang perusahaan ini juga tak lepas dari ujian. Salah satu peristiwa besar yang sempat mengguncang adalah kecelakaan yang terjadi pada 11 Mei 2026 lalu di Tol Medan–Tebing Tinggi KM63.
Bus bernomor polisi BK 7347 UA menabrak pikap yang terguling, hingga menyebabkan bus tersebut ikut terguling keluar jalur.
Insiden naas ini menelan korban 4 orang meninggal dunia dan 19 lainnya luka-luka, serta sempat menjadi sorotan publik terkait keselamatan berkendara.
Meski begitu, hingga saat ini PO Halmahera tetap berdiri kokoh sebagai salah satu pemain utama industri transportasi darat Sumatera.
Dengan pengalaman lebih dari satu dekade, dukungan manajemen yang kuat, serta armada berkualitas, PO Halmahera terus berusaha mempertahankan kepercayaan masyarakat sebagai mitra perjalanan darat yang nyaman dan aman melintasi panjangnya Pulau Sumatera.(ray/tribun-medan.com)