TRIBUN WIKI
Cap Go Meh dan Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Saat Tradisi dan Langit Merah Berpadu
Pada 2 Maret 2026 nanti ada dua momen penting yang terjadi. Pertama adalah terjadinya gerhana bulan total, dan Cap Go Meh.
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Ringkasan Berita:
- Pada 3 Maret 2026 nanti ada dua momen penting yang istimewa, yakni Cap Go Meh dan gerhana bulan total
- Cap Go Meh merupakan penutup dari perayaan Tahun Baru Imlek
- Momen Cap Go Meh akan sangat spesial karena sekaligus dapat menyaksikan fenomena langit gerhana bulan total
TRIBUN-MEDAN.COM,- Tanggal 3 Maret 2026 menjadi momen yang sangat istimewa.
Pada hari itu, perayaan Cap Go Meh yang menandai hari ke-15 sekaligus penutup Tahun Baru Imlek bertepatan dengan fenomena langit gerhana bulan total yang dapat disaksikan di Indonesia.
Perpaduan budaya dan astronomi ini jarang terjadi dalam satu waktu, sehingga menghadirkan pengalaman yang tak hanya meriah, tetapi juga sarat makna.
Baca juga: Tak Hanya Gong Xi Fa Cai, Ini Kata-kata Tahun Baru Imlek 2026 dalam Bahasa Mandarin dan Artinya
Cap Go Meh, yang dikenal dalam tradisi Tionghoa sebagai Yuanxiao Jie, identik dengan lampion, doa syukur, serta warna merah sebagai simbol keberuntungan.
Di berbagai kota seperti Singkawang, Pontianak, dan Medan, perayaan ini selalu dipenuhi arak-arakan budaya dan sembahyang di klenteng.
Tahun ini, kemeriahan tersebut akan semakin terasa karena masyarakat juga bisa menyaksikan perubahan warna Bulan secara langsung di langit malam.
Baca juga: Apa Itu Cap Go Meh dan Bagaimana Sejarahnya yang Berhubungan dengan Imlek
Menurut keterangan resmi BMKG melalui Pelaksana Harian Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu, Dr. A. Fachri Radjab, waktu terbaik untuk menyaksikan gerhana bulan total adalah pada pukul 18:03:56 WIB hingga 19:03:23 WIB, dengan catatan kondisi langit cerah.
Pada rentang waktu tersebut, Bulan akan memasuki fase totalitas, yaitu ketika seluruh permukaannya tertutup bayangan inti Bumi.
Saat gerhana bulan total terjadi, Bulan tidak benar-benar menghilang.
Sebaliknya, ia akan tampak berwarna merah tembaga.
Baca juga: Perbedaan Sa Cap Meh dan Cap Go Meh, yang Dilakukan Sebelum dan Sesudah Imlek
Fenomena ini sering disebut sebagai “Blood Moon”.
Warna merah muncul karena cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi mengalami proses hamburan.
Cahaya biru lebih banyak tersebar oleh partikel udara, sedangkan cahaya merah tetap lolos dan dibiaskan menuju permukaan Bulan.
Inilah yang membuat Bulan terlihat kemerahan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Cap-Go-Meh-dan-gerhana-bulan-total-3-Maret-2026.jpg)