TRIBUN WIKI

Tata Cara Sholat Gerhana Bulan Total Beserta Dalil dan Penjelasannya

Umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan sholat gerhana bulan ketika melihat fenomena gerhana bulan ataupun gerhana matahari.

Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
ChatGPT
SHOLAT GERHANA- Ilustrasi sholat gerhana bulan yang dianjurkan dalam Islam berdasarkan hadis. 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Pada Selasa, 3 Maret 2026 nanti, akan berlangsung fenomena gerhana bulan total.

Fenomena gerhana bulan total ini dapat disaksikan di Indonesia.

Dalam Islam, ketika gerhana bulan ataupun gerhana matahari terjadi, umat muslim dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunnah.

Baca juga: Hukum Puasa Sunnah Setelah Nisfu Syaban, Apakah Boleh Dilakukan?

Shalat sunnah ini dikenal dengan sebutan shalat kusuf dan khusuf.

Shalat khusuf ini hukumnya sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan untuk ditunaikan.

Tuntunan ini bersandar pada hadis-hadis sahih yang menggambarkan langsung praktik Rasulullah SAW.

MUHAMMADIYAH- Ilustrasi logo Muhammadiyah, organisasi Islam di Indonesia.
MUHAMMADIYAH- Ilustrasi logo Muhammadiyah, organisasi Islam di Indonesia. (Internet)

Dalil sholat gerhana bulan

Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah pernah menjelaskan, ada beberapa dalil terkait pelaksanaan sholat gerhana bulan ini.

Baca juga: Kapan Hari Puasa Tasua dan Asyura 2025? Ini Jadwalnya Lengkap Puasa Sunnah Bulan Muharram

Dalil itu bersandar pada hadis-hadis sahih yang pernah diriwayatkan oleh istri nabi dan juga para sahabat. 

  1. Riwayat dari Aisyah r.a.: “Pada shalat gerhana, Nabi Muhammad SAW menjaharkan bacaannya. Beliau melaksanakan empat kali rukuk dalam dua rakaat serta empat kali sujud.” (HR al-Bukhari dan Muslim, lafaz Muslim dari Aisyah r.a.)

  2. Riwayat dari al-Mughirah bin Syu’bah r.a.: “Terjadi gerhana matahari pada hari meninggalnya Ibrahim (putra Nabi). Lalu orang berkata bahwa gerhana terjadi karena meninggalnya Ibrahim. Maka Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak gerhana karena mati atau hidupnya seseorang. Apabila kamu melihatnya, maka berdoalah kepada Allah dan kerjakanlah salat sampai gerhana itu selesai.” (HR al-Bukhari)

  3. Riwayat dari Abu Mas’ud r.a.: “Sesungguhnya matahari dan bulan tidak gerhana karena kematian seseorang. Akan tetapi keduanya adalah tanda kebesaran Allah. Maka apabila kamu melihat keduanya, berdirilah dan kerjakan salat.”
    (HR al-Bukhari dan Muslim)

Baca juga: Link Download Jadwal Imsakiyah dan Puasa Muhammadiyah Kota Medan 2026

Hadis pertama disebut sunnah fi’liyyah (contoh perbuatan Nabi), sedangkan hadis kedua dan ketiga adalah sunnah qauliyyah (sabda Nabi). Keduanya menegaskan bahwa shalat gerhana adalah ibadah khusus yang dicontohkan Nabi SAW.

Lalu bagaimana pelaksanaan sholat gerhana bulan tersebut?

Tata cara sholat gerhana bulan

Berikut ini adalah tata cara sholat gerhana bulan sebagaimana tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

1. Seruan Awal

Shalat gerhana tidak diawali azan maupun iqamah, tetapi dengan seruan:
“Ash-shalātu jāmi‘ah” (marilah kita shalat berjamaah).

Baca juga: 30 Ton Beras Bantuan Bencana dari UEA Berakhir di Tangan Muhammadiyah, Pemko Medan Ditegur

2. Rukun dan Urutan Shalat

Shalat gerhana dikerjakan dua rakaat, dengan ciri khusus:

  • Setiap rakaat memiliki dua kali rukuk dan dua kali sujud.

  • Total ada 4 rukuk dan 4 sujud dalam 2 rakaat.

Rinciannya sebagai berikut:

  • Takbiratul ihram, doa iftitah, lalu membaca al-Fatihah.

  • Membaca surat panjang dengan jahr (nyaring).

  • Rukuk panjang.

  • I’tidal (sami‘allahu liman hamidah, rabbana wa lakal-hamd).

  • Berdiri kembali, membaca al-Fatihah dan surat panjang (lebih pendek dari yang pertama).

  • Rukuk panjang (lebih pendek dari sebelumnya).

  • I’tidal, lalu sujud dua kali.

  • Rakaat kedua dilakukan dengan pola yang sama.

  • Salam.

Baca juga: Poskor Muhammadiyah Sumut-Aceh Salurkan 30 Ton Beras Bantuan NGO UEA

Dasarnya adalah hadis dari Aisyah r.a.: “Nabi SAW menjaharkan bacaan dalam shalat khusuf, beliau melaksanakan dua rakaat dengan empat rukuk dan empat sujud.”

(HR al-Bukhari dan Muslim)

3. Bacaan dalam Shalat

  • Nabi SAW membaca surat panjang, seperti al-Baqarah atau setara.

  • Pada berdiri kedua, bacaan lebih pendek daripada bacaan pertama.

  • Hal ini menunjukkan shalat gerhana memakan waktu lama, sesuai durasi gerhana.

4. Khutbah Setelah Shalat

Setelah salam, imam berdiri menyampaikan khutbah sekali.
Isi khutbah:

  • Pujian kepada Allah.

  • Penegasan bahwa gerhana bukan karena kelahiran atau kematian seseorang.

  • Seruan memperbanyak doa, istighfar, dzikir, dan sedekah.

Pendapat Para Ulama Tentang Bacaan

Imam asy-Syafi‘i dalam al-Umm

Beliau menegaskan bahwa setiap kali berdiri dalam shalat gerhana harus membaca al-Fatihah dan surat panjang. Jika salah satunya tertinggal, shalat tetap sah dengan syarat al-Fatihah tidak ditinggalkan.

Ulama Maliki dan Hanbali

  • Al-‘Abdari dan al-Maziri menegaskan setelah bangkit dari rukuk tetap dibaca al-Fatihah lalu surat.

  • Ibnu Qudamah dalam al-Mughni menegaskan hal serupa: al-Fatihah selalu dibaca di setiap berdiri.

Pendapat ini menunjukkan kesepakatan bahwa shalat gerhana berbeda dengan shalat sunnah biasa karena ada dua kali berdiri dan dua kali bacaan per rakaat.

Waktu Pelaksanaan Shalat Gerhana

Shalat gerhana dikerjakan sejak awal gerhana hingga selesai.

  • Jika gerhana selesai saat shalat masih berlangsung, shalat tetap diteruskan dengan memperpendek bacaan.

  • Tidak ada qadha setelah gerhana berakhir.

Penegasan Para Ulama

  • Ibnu Qudamah: Waktu shalat gerhana hanya saat gerhana berlangsung.

  • Imam ar-Rafi‘i: Shalat tidak dilakukan setelah gerhana berakhir.

  • Imam an-Nawawi: Waktu shalat berakhir jika seluruh piringan matahari/bulan telah kembali normal.

Siapa yang Disyariatkan Shalat Gerhana?

  • Hanya orang yang menyaksikan gerhana atau tinggal di wilayah yang dilintasi gerhana.

  • Orang yang tidak melihat gerhana tidak dituntunkan shalat gerhana.

  • Hal ini sesuai sabda Nabi: “Apabila kamu melihatnya, maka shalatlah.”

Bahkan Ibn Taimiyyah menegaskan:

Laki-laki dan perempuan semuanya dianjurkan menghadiri shalat gerhana.

Fenomena gerhana bulan total 3 Maret 2026

Dikutip dari Kompas.com, Pelaksana Harian Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Dr. A. Fachri Radjab menyebutkan waktu terbaik untuk menyaksikan Gerhana Bulan Total.

Momen terbaik itu terjadi saat fase total hingga puncak gerhana.

"Waktu terbaik menyaksikan fase gerhana bulan total dari jam 18:03:56 WIB sampai dengan jam 19:03:23 WIB pada saat langit cerah," terang Fachri, Rabu (25/2/2026). 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved