TRIBUN WIKI
Ikan Sapu-sapu Apakah Bisa Dimakan? Begini Penjelasan Dosen UGM
Ikan sapu-sapu bisa dimakan asalkan hidup di air yang baik dan bersih. Bukan hidup di sungai kotor yang tercemar limbah
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Ringkasan Berita:
- Ikan sapu-sapu atau Hypostomus plecostomus merupakan ikan air tawar dari famili Loricariidae asal Amerika Selatan, dikenal juga sebagai ikan sapu kaca atau ikan bandaraya, dan umumnya dipelihara sebagai pembersih aquarium
- Dosen Perikanan UGM Murwantoko menyatakan ikan sapu-sapu dapat dikonsumsi jika hidup di perairan bersih, namun berbahaya bila berasal dari sungai tercemar karena berpotensi mengandung logam berat beracun
TRIBUN-MEDAN.COM,- Masyarakat di Indonesia pastinya tahu apa itu ikan sapu-sapu atau Hypostomus plecostomus.
Di beberapa daerah, ikan sapu-sapu punya sebutan yang berbeda.
Ada yang menyebutnya ikan sapu kaca, ataupun ikan bandaraya.
Secara ilmiah, ikan sapu-sapu ini adalah ikan air tawar dari famili Loricariidae, berasal dari Amerika Selatan.
Baca juga: Apa Itu Toksin Cereulide di Susu Formula? Ini Bahayanya Bagi Bayi
Bagi banyak orang, ikan sapu-sapu dipelihara sebagai pembersih kaca aquarium.
Oleh karena itu, ikan sapu-sapu ini sering disebut sebagai ikan sapu kaca.
Seiring perkembangan zaman, ikan sapu-sapu ini tidak hanya dijadikan sebagai pembersih kaca aquarium alami.
Beberapa orang bahkan pernah terdengar menjadikan ikan ini sebagai menu olahan makanan.
Baca juga: Mengenal Es Spons, Es Kue atau Es Gabus yang Viral Hingga Bikin TNI/Polri Minta Maaf
Ada yang menjadikannya olahan siomay dan juga abon.
Pertanyaanya, apakah ikan sapu-sapu bisa dimakan?
Penjelasan Dosen
Dosen Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Murwantoko pernah menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu bisa dimakan.
Dengan catatan, bahwa ikan tersebut hidup di air yang baik dan bersih, bukan di sungai yang kotor dan tercemar limbah.
Baca juga: Apa Itu Ptosis, Kondisi Mata Ngantuk yang Dihubungkan dengan Gibran Rakabuming Raka
"Ikan sapu-sapu yang dipelihara pada kondisi air yang baik, tidak masalah untuk dikonsumsi," kata Murwantoko, dikutip dari Kompas.com, Jumat (20/10/2023) silam.
Murwantoko mengatakan, ikan sapu-sapu yang hidup di air kotor dan sungai yang tercemar bisa terpapar kandungan logam berat.
Jika logam berat ini masuk ke dalam tubuh manusia usai mengonsumsi daging ikan sapu-sapu, akan menjadi racun dan fisiologis manusia.
Baca juga: Mengenal Virus Nipah yang Kini Bikin Khawatir Thailand, Belum Ada Vaksinnya
"Logam-logam tersebut dapat mempengaruhi kerja enzim-enzim. Sebagian logam berat juga bersifat karsinogen, yang mampu memicu kanker," jelas dia.
Terlepas dari itu, Murwantoko menyebut bagian ikan sapu-sapu yang bisa dimakan hanya sangat sedikit.
Hal itu disebabkan kulit ikan yang tebal dan proporsi ukuran kepala ikan yang relatif besar.
Penjelasan Chef
Indonesian Gastronomy Chef Ragil Imam Wibowo menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu memang tidak populer di dunia kuliner.
Baca juga: Apa Itu Tactical Vest Seperti yang Dipakai Verrel Bramasta, Cek Fungsinya
“Jarang digunakan, karena buat kita kalau satu produk effort-nya terlalu banyak dan rasanya tidak terlalu istimewa, buat apa kita lakukan?” ujar Ragil, Senin (26/1/2026) dikutip dari Kompas.com.
Menurut Ragil, ikan sapu-sapu termasuk jenis ikan yang rumit diolah dan secara rasa tidak terlalu menonjol dibandingkan ikan konsumsi lainnya.
Di sisi lain, secara ekologis ikan ini memiliki peran penting sebagai pembersih perairan.
Baca juga: Apa Itu Jembatan Bailey? Benarkah Sudah Ada Sejak Perang Dunia II? Ini Penjelasannya
“Secara kehidupannya, dia itu memang menyerap racun di ekosistemnya,” jelas Ragil.
Sifat inilah yang membuat ikan sapu-sapu sangat bergantung pada kualitas lingkungan tempat ia hidup.
Bahaya Mengonsumsi Ikan Sapu-sapu
Melansir laman resmi Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (BKIPM KKP), ikan sapu-sapu ini dari famili Loricariidae.
Dampak yang dapat ditimbulkan oleh ikan jenis ini meliputi perubahan struktur lingkungan perairan, gangguan rantai makanan, dan persaingan dengan spesies endemik.
Baca juga: Di Amerika Dilarang, Makan Kangkung Berlebihan Bisa Ancam Kesehatan
Umumnya, ikan ini memiliki warna tubuh coklat hitam kekuningan dengan sirip punggung yang besar.
Jika ikan sapu-sapu yang terpapar logam berat kita konsumsi, ada beberapa dampak yang bisa ditimbulkan.
1. Gatal gatal kulit
Ikan sapu sapu yang telah terkontiminasi dengan sisa bahan industri dan terpapar oleh logam berat, dapat menyebabkan munculnya gatal gatal di seputar rongga mulut.
Tidak hanya itu, dampak dari memakan ikan sapu-sapu yang sudah terpapar limbah bisa menyebabkan gatal-gatal pada kulit.
Baca juga: Mengenal Tyto Alba, Burung Hantu Pengendali Tikus yang Viral Ditembak Mati Warga Belu
2. Radang pada lambung
Mengonsumsi siomay atau bakso berbahan ikan sapu-sapu yang terkontaminasi zat berbahaya bisa menyebabkan iritasi pada dinding dan dasar lambung.
Sehingga, kondisi ini dapat memicu peradangan dan peningkatan kadar asam lambung.
3. Kerusakan otak
Mengkonsumsi daging ikan sapu-sapu yang terpapar timbal dan tembaga dapat menyumbat aliran darah seputar otak.
Baca juga: Mengenal Indiana Camp, Perbukitan Karst Bandung Tempat Syuting Lisa BLACKPINK Film Tygo
Kondisi ini akan menyebabkan darah terpapar racun, dan oksigen yang masuk ke dalam kepala dapat merusak pembuluh darah otak yang nantinya dapat menyebabakan kerusakan otak permanen.
4. Anemia
Mengonsumsi terus menerus siomay atau bakso yang menggunakan bahan dasar ikan sapu sapu yang telah tercemari logam berat dapat menyebabkan tubuh kekurangan sel drah merah.
Baca juga: Mengenal Pesawat ATR 42-500 Milik Indonesia Air Transport yang Kecelakaan
Logam berat mampu menyerap, mencemari dan mengikat sel darah merah dalam tubuh, sehingga jumlah sel darah merah berkurang.
Kondisi ini dapat menyebabkaan seseorang terserang anemia.
5. Tulang mudah rapuh
Zat kadmium yang mungkin saja ada pada daging ikan sapu-sapu jika dikonsumsi dalam jangka panjang dapat mempercepat pengikisan kalsium dalam tulang.
Baca juga: Mengenal Lebih Dekat, 5P Plus ala Honda untuk Perjalanan Aman dan Nyaman
Sehingga, tulang mudah keropos dan rapuh.
Logam jenis kadmium dapat merusak kekuatan permukaaan tulang secara bertahap hingga dasar tulang.
6. Gangguan fungsi hati
Fungsi hati bisa rusak akibat paparan kadmium yang ada dalam daging ikan sapu-sapu.
Hati yang mengalami peradangan akan menurunkan kualitas fungsinya.
Baca juga: Mengenal Fenomena Sinkhole yang Seringkali Bikin Geger Masyarakat
Jumlah logam berat yang telah mengendap dalam jaringan hati dapat menyumbat dan memperlambat, bahkan memblokir kelancaran aktifitas hati ketika sedang membersihkan darah serta menguraikan sel darah merah dan hormon dalam tubuh.
Itulah ulasan singkat mengenai ikan sapu-sapu.
Bagi Anda yang sudah membaca ulasan ini, apakah masih tertarik untuk mengonsumsinya?(tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ikan-sapu-sapu-atau-ikan-sapu-kaca-ajaib.jpg)