Kesehatan
Apa Itu Toksin Cereulide di Susu Formula? Ini Bahayanya Bagi Bayi
Toksin cereulide adalah racun berbahaya yang diproduksi oleh bakteri Bacillus cereus. Toksin ini menyebabkan keracunan makanan tipe emetik.
Ringkasan Berita:
- EURASFF dan INFOSAN mengeluarkan peringatan keamanan pangan global terkait dugaan kontaminasi toksin cereulide pada susu formula Nestlé S-26 Promil Gold pHPro 1 untuk bayi usia 0–6 bulan
- Toksin cereulide berasal dari bakteri Bacillus cereus, bersifat tahan panas, dan dapat menyebabkan keracunan makanan tipe emetik dengan risiko serius terutama pada bayi
- PT Nestlé Indonesia kemudian melakukan penarikan sukarela (voluntary recall) terhadap produk terdampak
TRIBUN-MEDAN.COM,- European Union Rapid Alert System for Food and Feed (EURASFF) dan The International Food Safety Authorities Network (INFOSAN), mengirimkan notifikasi peringatan keamanan pangan global terhadap susu formula dari Nestle.
Sebab, ada temuan bahwa susu formula Nestle S-26 Promil Gold pHPro 1 (formula bayi untuk usia 0–6 bulan), nomor izin edar ML 562209063696 dengan nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1 diduga mengandung toksin cereulide.
Toksin cereulide adalah racun berbahaya yang diproduksi oleh bakteri Bacillus cereus.
Baca juga: Apa Itu Ptosis, Kondisi Mata Ngantuk yang Dihubungkan dengan Gibran Rakabuming Raka
Toksin ini menyebabkan keracunan makanan tipe emetik.
Cereulide dihasilkan oleh strain tertentu bakteri Bacillus cereus, sering ditemukan di makanan seperti susu formula atau produk susu.
Toksin ini sangat stabil terhadap panas, sehingga tidak rusak meski melalui proses memasak atau perebusan air.
Oleh karenanya, organisasi pangan dan kesehatan mengimbau masyarakat dunia untuk mewaspadai peredaran susu formula yang diduga terkontaminasi toksin cereulide.
Baca juga: Apa Itu Jembatan Bailey? Benarkah Sudah Ada Sejak Perang Dunia II? Ini Penjelasannya
Bahayanya Bagi Kesehatan
Dilansir dari berbagai jurnal kesehatan, keracunan toksin cereulide pada bayi dan dewasa menunjukkan gejala serupa berupa sindrom emetik, tetapi intensitasnya lebih berat pada bayi karena sistem imun dan pencernaan mereka belum matang.
Gejala umum mencakup mual, muntah hebat, kram perut, diare, lesu, dan kehilangan nafsu makan, dengan onset cepat antara 30 menit hingga 6 jam setelah konsumsi.
Baca juga: Apa Itu 31/ATLAS, Benda Langit yang Diyakini Astronom Harvard Sebagai Alien
Bayi berisiko tinggi mengalami dehidrasi cepat akibat muntah berulang, ditambah gangguan metabolisme, keseimbangan elektrolit, serta potensi kerusakan organ seperti hati jika dosis toksin tinggi.
Gejala lesu tidak biasa dan diare memperburuk kondisi, sehingga memerlukan penanganan medis segera.
Pada dewasa sehat, gejala biasanya ringan seperti muntah dan mual yang sembuh sendiri dalam 24 jam, meski kasus berat jarang bisa fatal dengan gangguan saraf atau multiorgan.
Baca juga: Mengenal Kapal USS Iwo Jima, Tempat Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditahan
Kelompok rentan seperti lansia mirip bayi dalam kerentanan.
Perawatan saat Terpapar Toksin Cereulide
Laman Alodokter menyebutkan, perawatan pertama untuk bayi yang muntah akibat keracunan toksin cereulide fokus pada pencegahan dehidrasi dan pemantauan kondisi, karena toksin ini tidak bisa dinetralkan secara spesifik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/susu-formula-one-two.jpg)