TRIBUN WIKI
Profil KGPA Tedjowulan, Jebolan Akmil 1984 yang Jadi Pemimpin Sementara Keraton Solo
KGPA Tedjowulan, atau Kanjeng Gusti Pangeran Harya Panembahan Agung Tedjowulan, merupakan tokoh bangsawan Keraton Surakarta.
Ringkasan Berita:
- Kementerian Kebudayaan menunjuk KGPA Tedjowulan sebagai pemimpin sementara Keraton Solo atau Keraton Surakarta
- Penunjukan KGPA Tedjowulan ini untuk menyelesaikan dualisme raja di Keraton Solo
- KGPA Tedjowulan, atau Kanjeng Gusti Pangeran Harya Panembahan Agung Tedjowulan, merupakan tokoh bangsawan Keraton Surakarta
- KGPA Tedjowulan adalah putra kelima dari Sri Susuhunan Pakubuwono XII dan Kanjeng Raden Ayu Retnodiningrum
TRIBUN-MEDAN.COM,- Kisruh kepemimpinan di Keraton Solo atau Keraton Surakarta kembali memanas.
Perebutan tahta terjadi antara Pakubuwono XIV Hangabehi dan Pakubuwono XIV Purboyo.
Kedua kubu terlibat kisruh hingga berbuntut saling lapor ke polisi.
Baca juga: Profil Gus Anas Hidayatulloh Suami Ning Umi Laila, Benarkah Anak Kyai?
Di tengah konflik internal itu, muncul nama KGPA Tedjowulan.
KGPA Tedjowulan, atau Kanjeng Gusti Pangeran Harya Panembahan Agung Tedjowulan, merupakan tokoh bangsawan Keraton Surakarta.
Gelar KGPA yang disandang Tedjowulan merupakan sebuah gelar kebangsawanan tinggi di Keraton Surakarta (Keraton Solo) yang diberikan kepada keturunan bangsawan laki-laki dewasa dari garis permaisuri atau keluarga inti raja, selain putra mahkota.
Baca juga: Profil Andar Amin Harahap, Calon Ketua DPD Golkar Sumut, Pernah Jadi Wali Kota dan Bupati
Gelar ini menandakan status tinggi dalam hierarki keraton, sering kali untuk saudara raja atau kerabat dekat dengan peran strategis, seperti pengelolaan administratif atau militer.
Contohnya, KGPA Tedjowulan sendiri menyandang gelar lengkap Kanjeng Gusti Pangeran Harya Panembahan Agung Tedjowulan , yang menunjukkan tambahan kehormatan "Panembahan Agung" atas kontribusinya.
Di Keraton Solo, KGPA berada di bawah gelar raja seperti Susuhunan Pakubuwono atau KGPAA (Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom untuk putra mahkota), tapi di atas gelar seperti KGP (Kanjeng Gusti Pangeran) untuk generasi muda.
Baca juga: Profil Bripda Muhammad Rio, Anggota Brimob Polda Aceh Viral Diduga Jadi Tentara Bayaran Rusia
Gelar ini mencerminkan tradisi Jawa Mataram yang masih lestari hingga tahun 2026.
Di tengah konflik internal Keraton Solo, KGPA Tedjowulan ditunjuk oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon sebagai pemimpin sementara Keraton Kasunanan Surakarta (Solo).
Namun, penunjukan KGPA Tedjowulan oleh negara ini tak lantas meredakan kisruh di internal keraton.
Baca juga: Profil AKP Muhammad Ainul Yaqin, Akpol 2013 Kini Jabat Kapolsek Medan Area
KGPA Tedjowulan yang kini berstatus sebagai Pelaksana Pelindungan, Pengembangan, dan/atau Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya (P3KCB) mendappat mandat dalam Keputusan Menteri Kebudayaan RI Nomor 8 Tahun 2026, yang berkaitan dengan kebutuhan administratif pemerintahan dan penyelesaian konflik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/KGPA-Tedjowulan-pemimpin-sementara-Keraton-Solo.jpg)