Banjir dan Longsor di Sumut
Wamenag RI Salurkan Bantuan Senilai Rp 500 Juta Untuk Warga Sumut yang terdampak Bencana
Wakil Menteri Agama Republik Indonesia Romo Raden Muhammad Syafii menyalurkan bantuan tanggap darurat Rp 500 juta untuk Sumut.
Penulis: Haikal Faried Hermawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Wakil Menteri Agama Republik Indonesia Romo Raden Muhammad Syafii menyalurkan bantuan tanggap darurat pada warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara.
Penyaluran donasi bantuan yang diberikan senilai Rp 500 juta yang diserahkan langsung di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Kampung Lalang, Kecamatam Medan Sunggal.
Adapun daerah yang terdampak adalah Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Mandailing Natal, Humbang Hasundutan, Langkat, Kota Sibolga, Kota Medan, Kota Tebing Tinggi, dan Kota Binjai.
Wamenag mengungkapkan bantuan diberikan atas rasa kemanusiaan dan saling merasakan apa yang diderita korban.
"Semoga bantuan yang kita berikan dapat bermanfaat bagi saudara kita yang terdampak musibah. Kami akan terus mengupayakan bantuan lainnya dan agar segera didistrubusikan ke pada masyarakat yang terdampak," ujar Wamenag Romo Raden Muhammad Syafii didampingi Inspektur Jenderal Kemenag RI Khairunnas dan Tenaga Ahli Wakil Menteri Agama RI Junisab Akbar.
Wamenag juga mengungkap akan mengupayakan dengan segera bantuan pengganti infrastruktur Kementerian Agama RI yang rusak.
Kementerian Agama RI menyediakan uang senilai Rp. 150 milyar untuk 3 provinsi yang terdampak.
“Semoga bangunan-bangunan yang terdampak baik madrasah, kantor KUA, kantor Kemenag, dan infrastruktur Kementerian Agama lainnya dapat segera diperbaiki,” ucapnya.
Menurutnya, ia mengingat pada seluruh masyarakat untuk saling mengingatkan karena kerusakan lingkungan akibat perbuatan manusia. Lingkungan sangat berarti bagi kehidupan manusia, untuk itu harus dijaga, dirawat, dan dilestarikan.
"Banjir, longsor, dan kayu-kayu yang terbawa arusnya membuktikan bahwa alam kita rusak akibat perbuatan manusia. Maka dari itu, ini peringatan keras bagi kita untuk menjaga lingkungan. Semoga pelaku menyadari kesalahannya dan berjanji untuk mengembalikan fungsi hutan sebagaimana semestinya," tuturnya.
Wamenag mengatakan Presiden RI H. Prabowo Subianto langsung turun dan menyapa warga yang terdampak dan ikut merasakan situasi.
Presiden RI meminta seluruh unit untuk saling bahu membahu dan menyelesaikan persoalan ini dengan tepat.
"Bapak Haji Prabowo Subianto memastikan hadirnya negara dalam setiap persoalan yang dihadapi oleh warganya termasuk ketika menghadapi bencana. Tapi beliau juga menyadari bahwa apa yang dilakukan pasti belum menyentuh segenap saudara kita yang mengalami musibah. Karena itu beliau menghimbau kepada semua unit yang bahagian unitnya itu terkena musibah untuk melakukan tindakan nyata. Karena itulah kita hadir di sini," lanjut Wamenag.
Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara Ahmad Qosbi mengatakan sejak kejadian, Kanwil Kemenag Sumut bersama Kemenag Kab/Kota se Sumatera Utara telah bersepakat untuk menghimpun bantuan ke pada warga yang terdampak.
"Alhamdulillah dari yang dihimpun oleh seluruh Kantor Kemenag baik di wilayah sampai ke kab/kota kita mendapatkan 150 juta rupiah. Kami akan membentuk panitia distribusi dan segera menyalurkannya ke pada warga terdampak," kata Kakanwil.
Ia juga menyampaikan agar panitia yang dipilih bekerja dengan maksimal karena uang tersebut merupakan amanah yang harus disalurkan dan tepat sasaran.
(cr9/Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Derita Warga Garoga Puasa Sahur Makan Mi Instan |
|
|---|
| Kunjungi Tapteng, Titiek Soeharto dan Kapolri Bawa Bantuan 16 Truk: Semoga Bisa Bermanfaat |
|
|---|
| 33 Korban Banjir dan Longsor Tapanuli Tengah Masih Belum Ditemukan, Begini Kata Basarnas |
|
|---|
| Kepastian Akan Ada Tersangka Banjir Bandang Garoga, Kejagung Terus Dalami Keterlibatan PT TBS |
|
|---|
| Dana Bansos dari Kemensos Tak Kunjung Cair, Warga Hutanabolon Tapteng Masih Tunggu Janji Pemerintah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Romo-Raden-Muhammad-Syafii_Wamen-Agama-RI-Beri-Bantuan-ke-Korban-Bencana-Alam_.jpg)