Breaking News
Selasa, 7 Juli 2026

Sumut Terkini

Potret Layanan Kesehatan di Nias Utara, Keterbatasan Fasilitas Masih Jadi Tantangan

Namun pelayanan tersebut hanya ditopang dua dokter spesialis, salah satunya mendekati masa pensiun.

Tayang:
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
IST
LAYANAN KESEHATAN- Petugas kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) memberikan layanan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di RSUD Tafaeri, Kabupaten Nias Utara, Maret 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama FK USU dengan Pemerintah Kabupaten Nias Utara untuk memperkuat akses layanan kesehatan spesialis di wilayah kepulauan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Tiga bulan bertugas di Pulau Nias mengubah pandangan sejumlah dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU). 

Kekhawatiran awal mengenai sulitnya bertugas di daerah kepulauan justru berganti menjadi pengalaman berharga yang memperlihatkan tantangan nyata pelayanan kesehatan di wilayah terluar Sumatera Utara.

Selama Maret hingga Mei 2026, dokter-dokter residen FK USU ditempatkan di RSUD dr M Thomsen Gunungsitoli dan RSUD Tafaeri Kabupaten Nias Utara untuk memperkuat layanan kesehatan spesialis sekaligus menjalani pendidikan klinis.

Salah seorang peserta PPDS FK USU, dr Trinidia Lubis, M.Ked(OG), mengatakan tantangan terbesar yang mereka hadapi bukan semata banyaknya pasien, melainkan keterbatasan fasilitas penunjang yang masih dimiliki rumah sakit di Pulau Nias.

“Tantangan bertugas di sini yang awalnya kami pikir akan sangat menyulitkan ternyata tidak demikian. Memang ada kendala komunikasi karena sebagian pasien lansia hanya menggunakan bahasa Nias, tetapi itu bisa diatasi dengan bantuan perawat dan keluarga pasien,” katanya.

Menurut Trinidia, di RSUD dr M Thomsen Gunungsitoli, layanan obstetri dan ginekologi menangani sekitar 35 operasi sesar dan tujuh hingga delapan tindakan histerektomi setiap bulan.

Namun pelayanan tersebut hanya ditopang dua dokter spesialis, salah satunya mendekati masa pensiun.

Di sisi lain, layanan penunjang seperti bank darah masih menjadi persoalan serius.

“Operasi obstetri sangat bergantung pada darah. Masalahnya, pelayanan bank darah tidak tersedia selama 24 jam. Setelah pukul 22.00 WIB bank darah sudah tutup, padahal kasus gawat darurat bisa datang kapan saja,” ujarnya.

Kondisi di RSUD Tafaeri Nias Utara bahkan lebih menantang karena belum memiliki bank darah.

Akibatnya, banyak pasien harus dirujuk ke Gunungsitoli untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Selain keterbatasan fasilitas, FK USU juga menemukan masih kuatnya kepercayaan sebagian masyarakat terhadap dukun beranak.

Trinidia menceritakan pengalaman yang paling membekas ketika menangani seorang ibu yang mengalami perdarahan hebat setelah melahirkan.

Pasien baru dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 01.00 WIB setelah sebelumnya melahirkan di rumah dengan bantuan dukun beranak.

Saat tiba di rumah sakit, kondisi pasien sudah mengalami syok berat akibat kehilangan banyak darah.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Round of 16 - Babak 16 Besar
Selasa, 7 Juli 2026 | 02:00 WIB
Portugal
Portugal
0 - 1
Spain
Spanyol
Round of 16 - Babak 16 Besar
Selasa, 7 Juli 2026 | 07:00 WIB
United States
Amerika Serikat
1 - 4
Belgium
Belgia
Round of 16 - Babak 16 Besar
Selasa, 7 Juli 2026 | 23:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Egypt
Mesir
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved