Sumut Terkini
Warga Batangtoru Sambut Positif Kegiatan Ecobrik PT AR: dari Sampah Bisa Menghasilkan Untung
Ecobrick merupakan bata ramah lingkungan yang terbuat dari botol berisi plastik yang dipadatkan.
Penulis: Azis Husein Hasibuan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.COM, BATANGTORU - Sri Wahyuni, ibu rumah tangga dari Aek Pining, Batangtoru, Tapanuli Selatan, menyambut positif kegiatan ecobrick yang berfokus pada pelestarian lingkungan.
Ecobrick merupakan bata ramah lingkungan yang terbuat dari botol berisi plastik yang dipadatkan.
Benda ini juga bisa digunakan untuk pengganti bata bangunan rumah.
Ini diucapkan Sri Wahyuni saat hadir dalam kegiatan seremoni Pemanfaatan Ecobrick bertajuk, 'Dari Hati untuk Bumi' yang digelar PT Agincourt Resources (PT AR) berkolaborasi dengan beberapa Bank Sampah, Selasa (30/6/2026) pagi.
"Jadi dari sampah-sampah, terutama plastik kami bisa menghasilkan ecobrick. Ecobrick ini nanti kami kumpul kemudian kami jual ke Bank Sampah Gocap. Ternyata sampah juga bisa menghasilkan untung," kata Sri.
Sri menuturkan bahwa, limbah plastik tak hanya diubah menjadi ecobrick saja. Dengan bantuan mesin jahit dari PT AR, ia bersama sejumlah masyarakat di Kampung Pasir, juga berhasil 'menyulap' limbah-limbah plastik menjadi produk menarik.
"Itu tadi saya bawa beberapa tas yang terbuat dari bekas bungkus minyak goreng," jelas Sri yang mengaku saat ini ada lebih kurang 20 orang warga di Kampung Pasir yang menjadi nasabah tetap Bank Sampah Gocap.
Dalam kesempatan itu, Sri mengapresiasi dan mengucapkan banyak terimakasih kepada PT AR selaku pengelola Tambang Emas Martabe yang telah memfasilitasi masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola sampah hingga memanfaatkannya menjadi ladang cuan.
"Ini kami sedang mengumpulkan sampah-sampah plastik kering yang dipotong-potong dan dimasukkan ke dalam botol air mineral yang dinamakan ecobrick sebanyak-banyaknya. Rencananya, pihak Kelurahan mau menjadikannya Gapura Kelurahan. Dan pastinya, ecobrick-nya juga dibayar. Jadi, tidak sia-sia jerih payah masyarakat mengumpulkan sampah itu," pungkasnya.
Tegur Pembuang Sampah Sembarang
Ketua Yamantab Tapanuli Tengah Damai Mendrofa termasuk sosok yang paling vokal persoalan sampah yang terjadi pada masa sekarang, bahkan ia tak segan menegur jika melihat orang yang sembarang membuang sampah.
"Di mulai dari hal terkecil seperti filter rokok. Jangan dibuang sembarangan karena butuh waktu 10 sampai 15 tahun untuk terurai dengan alam. Jadi, jangan heran kalau persoalan buang filter rokok sembarang saja, saya tegur," ujar Damai.
Selain itu, Damai juga menekankan program donasi sampah yang merupakan salah satu cara berkontribusi agar sampah tidak mencemari lingkungan.
"Sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, namun juga tanggung jawab masyarakat, karena kita semua memproduksi sampah dari hasil aktifitas kita sehari-hari. Kita mengambil peran secara langsung, mendorong partisipasi, kepedulian, serta kemauan untuk mengelola sampah mulai dari sumbernya," ujarnya.
10 Ribu Ecobrik Membangun Taman
| Hampir 2 Bulan, Akhirnya Warga Kota Binjai yang Meninggal di Kamboja Tiba di Tanah Air |
|
|---|
| Daftar Nama 9 Korban Luka-luka Kecelakaan Bus di Air Batu Asahan, Doorsmer dan Motor Dihantam |
|
|---|
| Tuntutan Ringan JPU Kejari Simalungun dalam Kasus Laka Lantas Outer Parapat Disesalkan Pengamat |
|
|---|
| Sopir Fuso Tewaskan 3 Wisatawan di Jalur Outer Parapat Hanya Dituntut 10 Bulan Penjara |
|
|---|
| CFD di Lubuk Pakam Mulai Dikeluhkan Warga, Salah Satunya Banyak Menutup Akses Jalan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/SEREMONI-Seremoni-Pemanfaatan-Ecobrick-bertajuk.jpg)