Prof Nurhayati Takjub Kebebasan Beragama dan Pembinaan Imam Masjid di Kampus Islam Tiongkok  

Dari perjalanan ini, kita jadi memahami kebebasan beragama di Tiongkok. Kita juga tahu bahwa di Tiongkok diakui adanya kebebasan beragama

Tayang:
Penulis: iin sholihin | Editor: iin sholihin
TRIBUN MEDAN
DIALOG - Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Prof Nurhayati dan Ketua MUI Sumut Maratua Simanjuntak berdialog dengan Konsul Jenderal Tiongkok di Medan Huang He saat jamuan makan siang di kediaman Konsul Jenderal Tiongkok di Medan, Senin (18/05/2026). 

TRIBUN, MEDAN.com, MEDAN - Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Prof Nurhayati takjub akan kebebasan beragama yang diterapkan pemerintah Tiongkok. Rasa takjub ini ia sampaikan kala berjumpa langsung dengan Konsul Jenderal Tiongkok di Medan Huang He usai menuntaskan perjalanan ke Tiongkok, Senin (18/05/2026). 

"Kami berterimakasih kepada Konjen yang memfasilitasi keberagkatan kami ke Tiongkok. Ini luar biasa sekali. Dari perjalanan ini, kita jadi memahami kebebasan beragama di Tiongkok. Kita juga tahu bahwa di Tiongkok diakui adanya kebebasan beragama," kata Prof Nurhayati di sela-sela diskusi. 

Diskusi digelar bertepatan dengan kembalinya delegasi asal Sumatera yang melaksanakan perjalanan selama sepekan di Tiongkok. 

Delegasi asal Sumatera yang menyambangi Tiongkok adalah perwakilan ulama, akademisi dan tokoh masyarakat asal Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh. Kehadiran mereka ke wilayah Xianjiang dan Beijing sepenuhnya difasilitasi oleh Konsulat Jenderal Tiongkok di Medan. 

Baca juga: Dari Xinjiang hingga Beijing, UMSU Perkuat Diplomasi Pendidikan dan Kebudayaan dengan Tiongkok 

Baca juga: Masjid Dongsi, 670 Tahun Mengawal Kemaslahatan Umat Islam di Beijing

Ulama, akademisi dan tokoh masyarakat yang ikut di antaranya Ketua Umum Perhimpunan INTI dr Indra Wahidin, Ketua MUI Sumatera Utara Maratua Simanjuntak, Wakil Ketua MUI Sumut HM Jamil, Ketua FKUB Sumatera Utara Muhammad Hatta Siregar, Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsum.
 
Ada pula perwakilan akademisi yakni Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Nurhayati, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Agussani, Ketua Yayasan Panca Budi Siti Khadijah, Perwakilan Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Panca Budi Ahmad Baqi Arifin, Ketua Muhammadiyah Aceh Abdul Malik Musa, serta Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau Sumatera Barat Fauzi Bahar.   

"Di Urumqi kita melihat keberagamaan yang luar biasa. Masyarakat sangat menghargai warga Islam. Kita datang ke perguruan tinggi Islam di Xianjiang. Kita ketahui pemerintah Tiongkok memberikan perhatian khusus dengan memberikan beasiswa terhadap mahasisa Islam," katanya. 

Mahasiswa lulusan Xianjiang Islamic Institute, lanjut Nurhayati, akan ditempatkan menjadi imam diberbagai masjid yang ada di Tiongkok.   

"Mungkin kita mendengar di media sosial bahwa umat Islam yang ada di sini diperlakukan tidak baik. Tapi ketika kita berada di sini (Tiongkok-red), kita melihat secara langsung kebebasan beragama disini sangat dihargai," katanya.  

Bahkan, lanjutnya, Imam yang bertugas di masjid juga diberikan gaji. Ia berharap para imam masjid di Indonesia juga bisa mendapatkan perhatian yang sama dari pemerintah.    

Terkait duni pendidikan, Prof Nurhayati berharap ada perwakilan universitas di Sumut, khususnya dari UINSU yang diberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan berupa beasiswa S2 ke Tiongkok.

DIALOG - Kepala Kantor Urusan Etnis dan Agama Distrik Dongcheng Beijing, Guan Bo berdialog dengan Ketua MUI Sumatera Utara Maratua Simanjuntak dan Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Nurhayati saat berkunjung ke Masjid Dongsi di Jalan Dongsi Nan, Nomor 13, Distrik Dongcheng, Beijing, Jumat (15/05/2026).
DIALOG - Kepala Kantor Urusan Etnis dan Agama Distrik Dongcheng Beijing, Guan Bo berdialog dengan Ketua MUI Sumatera Utara Maratua Simanjuntak dan Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Nurhayati saat berkunjung ke Masjid Dongsi di Jalan Dongsi Nan, Nomor 13, Distrik Dongcheng, Beijing, Jumat (15/05/2026). (TRIBUN MEDAN/iin sholihin)

"Kita memiliki program studi umum seperti fakultas ilmu sosial, fakultas kesehatan masyarakat serta fakultas sains dan teknologi. Insya Allah tidak perlu diragukan alumni kita," paparnya. 

Prof Nurhayati juga mengundang Konsul Jenderal Tiongkok di Medan Huang He untuk datang mengunjungi universitas di Sumut, terutama yang menjadi anggota delegasi dalam kunjungan ke Tiongkok. 

Konsul Jenderal Tiongkok di Medan Huang He menyambut baik apa yang disampaikan Prof Nurhayati. Kerjasama dalam dunia pendidikan, energi dan kesehatan akan menjadi usulannya kepada negara Tiongkok. 

Huang He juga menanggapi terkait kebebasan beragama yang diberikan pemerintah Tiongkok kepada rakyatnya. 

"Seperti yang anda ketahui, beberapa tahun lalu ada fitnah yang disebar bahwa Tiongkok melakukan kerja paksa di Xianjiang pada etnis Uighur. Kerja paksa ini untuk produksi kapas di Xianjiang. Saya rasa anda semua sudah mencapai kesepahaman atas kebohongan yang dibuat itu," ujar Huang He. 

Konjen Tiongkok di Medan memfasilitasi ulama dan tokoh Sumatera ke Xianjiang agar dapat melihat langsung kondisi terkini umat muslim.      

"Anda-anda sudah melihat sendiri dan memahami umat muslim Uighur di Xianjiang dan Beijing hidup dalam damai," paparnya. 

Lewat lawatan ini, jelas Huang He, delegasi juga dapat melihat dan mengunjungi berbagai tempat. Dengan demikian, delegasi dapat melihat mengapa Tiongkok dapat mencapai kemajuan yang signifikan. 

Ia berterimakasih kepada delegasi yang sudah mengikuti perjalanan hingga selesai. Saya tahu anda lelah. Dari perjalanan ini, tolong sampaikan pengalaman anda kepada orang lain agar mereka tahu tentang Tiongkok," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved