Ketua Yayasan Panca Budi Puji Keberagaman Agama dan Etos Kerja Warga Tiongkok
Pemerintah Tiongkok juga sangat serius memajukan kebudayaan dan memberikan kebebasan beragama untuk masyarakatnya
TRIBUN, MEDAN.com, MEDAN - Ketua Yayasan Panca Budi Yasmin Siti Khadijah memuji langkah Konsul Jenderal Tiongkok di Medan Huang He yang melibatkan tokoh agama, akademisi dan tokoh masyarakat Sumatera dalam kunjungan ke Tiongkok. Menurutnya, langkah ini membuka pengetahuan akan kebebasan beragama yang diterapkan di Tiongkok.
"Ini langkah yang baik. Melihat langsung kondisi kebebasan beragama di Tiongkok. Betul pepatah mengatakan tuntutlah ilmu sampai ke negeri China. Kita berada di Urumqi dan Khasgar, kita melihat masjid yang tak hanya untuk kaum muslim tapi untuk siapa saja yang datang," ujar Yasmin saat berdialog langsung dengan Konsul Jenderal Tiongkok di Medan Huang He usai menuntaskan perjalanan ke Tiongkok, Senin (18/05/2026).
Yasmin mengatakan, pemerintah Tiongkok juga sangat serius memajukan kebudayaan dan memberikan kebebasan beragama untuk masyarakatnya.
"Kita pergi ke Urumqi melihat mereka memiliki etos kerja yang baik mesti ada perbedaan waktu. Rakyat Tiongkok juga sangat jujur. Itu yang perlu kita tiru untuk anak muda kita di masa depan," paparnya.
Baca juga: Prof Nurhayati Takjub Kebebasan Beragama dan Pembinaan Imam Masjid di Kampus Islam Tiongkok
Baca juga: Dari Xinjiang hingga Beijing, UMSU Perkuat Diplomasi Pendidikan dan Kebudayaan dengan Tiongkok
Guru Besar Ilmu Islam Universitas Pembangunan Panca Budi Ahmad Baqi Arifin yang juga ikut dalam delegasi juga mendapatkan pemahaman lebih mendalam mengenai makna persatuan dalam perbedaan.
Menurutnya, selama mengunjungi sejumlah masjid dan situs sejarah budaya, ia merasakan adanya suasana saling menghormati dan toleransi antarumat beragama di Tiongkok.
“Dalam Islam ada sebuah prinsip bahwa perbedaan adalah rahmat. Dalam perjalanan ini saya melihat adanya persatuan dan rasa saling menghormati di antara kelompok agama yang berbeda,” ujarnya.
“China membuktikan bahwa menghormati perbedaan itu sendiri merupakan kekuatan persatuan. Persatuan tidak berarti semua orang harus sama, dan perbedaan juga tidak berarti pasti terjadi perpecahan,” katanya.
Delegasi asal Sumatera yang menyambangi Tiongkok adalah perwakilan ulama, akademisi dan tokoh masyarakat asal Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh. Kehadiran mereka ke wilayah Xianjiang dan Beijing sepenuhnya difasilitasi oleh Konsulat Jenderal Tiongkok di Medan.
Ulama, akademisi dan tokoh masyarakat yang ikut di antaranya Ketua Umum Perhimpunan INTI dr Indra Wahidin, Ketua MUI Sumatera Utara Maratua Simanjuntak, Wakil Ketua MUI Sumut HM Jamil, Ketua FKUB Sumatera Utara Muhammad Hatta Siregar, Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsum.
Ada pula perwakilan akademisi yakni Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Nurhayati, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Agussani, Ketua Yayasan Panca Budi Yasmin Siti Khadijah, Perwakilan Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Panca Budi Ahmad Baqi Arifin, Ketua Muhammadiyah Aceh Abdul Malik Musa, serta Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau Sumatera Barat Fauzi Bahar.
Konsul Jenderal Tiongkok di Medan Huang He menyambut baik apa yang disampaikan delegasi. Huang He juga menanggapi terkait kebebasan beragama yang diberikan pemerintah Tiongkok kepada rakyatnya.
"Seperti yang anda ketahui, beberapa tahun lalu ada fitnah yang disebar bahwa Tiongkok melakukan kerja paksa di Xianjiang pada etnis Uighur. Kerja paksa ini untuk produksi kapas di Xianjiang. Saya rasa anda semua sudah mencapai kesepahaman atas kebohongan yang dibuat itu," ujar Huang He.
Konjen Tiongkok di Medan memfasilitasi ulama dan tokoh Sumatera ke Xianjiang agar dapat melihat langsung kondisi terkini umat muslim.
"Anda-anda sudah melihat sendiri dan memahami umat muslim Uighur di Xianjiang dan Beijing hidup dalam damai," paparnya.
Lewat lawatan ini, jelas Huang He, delegasi juga dapat melihat dan mengunjungi berbagai tempat. Dengan demikian, delegasi dapat melihat mengapa Tiongkok dapat mencapai kemajuan yang signifikan.
Ia berterimakasih kepada delegasi yang sudah mengikuti perjalanan hingga selesai. Saya tahu anda lelah. Dari perjalanan ini, tolong sampaikan pengalaman anda kepada orang lain agar mereka tahu tentang Tiongkok," pungkasnya. (*)
Universitas Panca Budi Medan
Rektor Universitas Panca Budi
Ketua Yayasan Panca Budi Yasmin Siti Khadijah
Guru Besar Ilmu Islam Universitas Pembangunan Panc
| Muslimah Tiongkok Menginspirasi, Padukan Nilai-nilai Islam dengan Budaya Lokal |
|
|---|
| Universitas Panca Budi Medan Gelar Sosialisasi Pemilih Pemula Bareng KPU |
|
|---|
| Hadiri Wisuda Universitas Panca Budi, Kapolrestabes Medan Beri Pesan Jauhi Hal Negatif |
|
|---|
| Universitas Panca Budi Medan Gelar Bedah Buku Politik Pertahanan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Yasmin-Panca-Budi.jpg)