Raja Siregar Inal Cup 3
Raja Siregar Inal Cup 3 Berakhir, PBVSI Sumut Temukan Banyak Bibit Potensial untuk PON 2028
Binpres PBVSI Sumut, Muhammad Rizky, mengaku cukup terkesan dengan kualitas para peserta yang tampil pada kejuaraan tersebut.
Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Randy P.F Hutagaol
Sebelumnya, pada tahun 2023 mereka berhasil menjadi peringkat kedua dan pada tahun 2025 finis di posisi ketiga.
Rizky mengaku hasil tersebut tetap menjadi bahan evaluasi bagi timnya untuk menghadapi event berikutnya.
Menurutnya, setiap pertandingan selalu dievaluasi bersama pemain agar kesalahan-kesalahan yang terjadi dapat diperbaiki.
“Saya selalu evaluasi setiap pertandingan. Apa kesalahan-kesalahan anak-anak selalu kami perbaiki. Ini juga jadi bahan evaluasi buat saya sebagai pelatih,” katanya.
Ia menilai timnya masih memiliki beberapa kekurangan, terutama dalam aspek passing dan receive. Selain itu faktor kelelahan juga sempat memengaruhi performa tim selama pertandingan.
Meski demikian, ia tidak ingin menjadikan hal tersebut sebagai alasan karena seluruh tim peserta juga menghadapi kondisi yang sama.
“Kami harus latihan lebih ekstra lagi untuk event berikutnya. Evaluasi terus dilakukan demi hasil yang lebih baik,” ujarnya.
Rizky juga menyebutkan sejumlah pemain kelas tiga di Sentra Pembinaan PBVSI Sumut telah menyelesaikan pendidikan, sehingga tim akan kembali diperkuat atlet-atlet baru.
Karena itu, pihaknya akan menyusun program pembinaan baru dengan fokus jangka panjang untuk mempersiapkan tim menghadapi berbagai kejuaraan mendatang.
“Nanti akan ada program-program baru lagi karena ada atlet baru juga. Kami akan pantau perkembangan mereka untuk jangka panjang agar di tahun 2027 tim sudah lebih lengkap dan siap menghadapi event-event berikutnya dengan target juara,” pungkasnya.
(cr29/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Alasan TNI Ungkap Kekhawatiran soal Film Pesta Babi: Konten Tidak Melalui Sensor Resmi |
|
|---|
| Kesalahan Prabowo Sebut Warga Desa Tak Pakai Dolar: Bapak Dibohongi Orang-orang Bapak |
|
|---|
| Kecil Kemungkinan Jokowi Terlibat Kasus Nadiem, Suhadi: Presiden Tak Masuk Ranah Teknis |
|
|---|
| Sentilan Ekonom untuk Prabowo: Kalau Dolar Naik, Orangutan Juga Kena |
|
|---|
| Bima Yudho Minta Josepha Tolak Tawaran Beasiswa ke China, Ungkap 3 Alasan Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Foto-bersama-skuat-Sentra-Pembinaan-PBVSI-Sumut_.jpg)