Breaking News

Sumut Terkini

Wakil Ketua DPRD Sumut Minta Kapolda Lindungi Guru Ngaji yang Lawan Pengedar Narkoba

Wakil ketua DPRD Sumatera Utara Ihwan Ritonga meminta agar Kapolda Sumatera Utara melindungi Halima, seorang guru ngaji .

Tayang:
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/ANUGRAH
WAKIL KETUA DPRD SUMUT - Ihwan Ritonga saat diwawancarai beberapa waktu lalu. Wakil ketua DPRD Sumatera Utara Ihwan Ritonga meminta agar Kapolda Sumatera Utara melindungi Halima, seorang guru ngaji  yang berani melawan dan melaporkan maraknya peredaran narkoba di lingkungan tempat tinggalnya.  

TRIBUN-MEDAN. com, MEDAN - Wakil ketua DPRD Sumatera Utara Ihwan Ritonga meminta agar Kapolda Sumatera Utara melindungi Halima, seorang guru ngaji  yang berani melawan dan melaporkan maraknya peredaran narkoba di lingkungan tempat tinggalnya. 

Ihwan pun mengapresiasi keberanian Halima, sekaligus menyayangkan intimidasi dan teror yang dialami warga Deliserdang itu. 

"Mengenai peristiwa itu, saya sebagai wakil ketua DPRD Sumut meminta agar, Kapolda Sumut, Kapolresta Deliserdang dan jajarannya untuk dilindungi ibu ngaji tersebut. Saya mengapresiasi keberanian ibu Halima menyampaikan transaksi narkoba yang merusak generasi di sana," kata Ihwan kepada tribun, Minggu (17/5/2026). 

Dalam unggahan video, Halima terlihat sedang merekam saat menegur sekelompok pria yang diduga melakukan transaksi sabu di depan anak-anak di di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang

Tak lama, rumah Halima didatangi sejumlah orang yang marah marah kemudian melakukan  intimidasi terhadapnya. 

Meski dua pelaku kemudian diamankan, Ihwan menyayangkan adanya teror dan intimidasi yang diduga dilakukan pengedar narkoba di sana. 

Menurut Ihwan, intimidasi agar menakut-nakuti warga sehingga tidak melaporkan maraknya peredaran narkoba. 

Ketua Gerindra kota Medan itu pun meminta agar polisi memberikan perlindungan terhadap warga yang berani melaporkan peredaran narkoba, memastikan keselamatan keluarganya dan menangkap para bandar dan pengedar. 

Dia berharap kehadiran polisi memberikan rasa aman bagi masyarakat melawan para bandar narkoba. 

"Ini narkoba musuh bersama, bukan hanya polisi saja tapi seluruh masyarakat. Karena itu masyarakat yang memberikan informasi baris dilindungi, termasuk guru ngaji. Dan jangan  ada bandar, pengedar dilindungi, baik oleh warga sekitar. Kita minta masyarakat untuk berani memberikan informasi dan bersama sama memberantas," kata Ihwan. 

Peredaran narkoba di Sumatera Utara menurut Ihwan semakin mengkhawatirkan.

Ihwan menegaskan perlunya kerjasama semua pihak untuk menurunkan peredaran narkoba khususnya di Kota Medan yang menjadi daerah dengan pengguna  tertinggi di Indonesia. 

"Di Medan masih peringkat 1 untuk pengguna narkoba di Indonesia yang perlu kerjasama untuk memberantasnya. Program ini masuk pada Nawacita Presiden Prabowo soal pemberantasan narkoba seperti yang disampaikan Gubernur Sumut Bobby Nasution juga. Jadi kita harap masyarakat jangan takut melapor, dan polisi harus melindunginya."

(cr17/tribun-medan.com) 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved