Sumut Terkini

Cerita Nelayan di Danau Toba, Tangkapan Berkurang, Bantuan Tak Kunjung Datang 

Menurut dia, ikan endemik seperti Ihan Batak kini semakin jarang dijumpai di perairan Danau Toba.

Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Anugrah Nasution
Peringatan Hari Nelayan yang digelar di Pelabuhan Baktiraja, Desa Marbun Toruan, yang diinisiasi Hariara Institute, Rabu (8/4/2026). 

"Kami tetap mendukung kegiatan ini, tetapi memang untuk saat ini belum bisa memberikan bantuan berupa benih ikan atau dana," ujarnya.

Di sisi lain, aktivitas keramba jaring apung (KJA) masih menjadi perdebatan di Danau Toba.

Menurut Marudut, KJA memiliki peran dalam meningkatkan ekonomi masyarakat.

Namun, jika tidak dikendalikan, aktivitas ini dapat berdampak pada kualitas air dan keseimbangan ekosistem.

"KJA memberikan manfaat ekonomi, tetapi harus diatur dengan baik agar tidak merusak lingkungan," katanya.

Sejumlah kajian sebelumnya menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas budidaya dapat memicu penurunan kadar oksigen di perairan, yang berisiko menyebabkan kematian massal ikan.

Bagi nelayan tradisional, kondisi ini menciptakan ketimpangan. Produksi dari sektor budidaya meningkat, tetapi hasil tangkapan alami justru menurun.

Danau Toba merupakan ekosistem yang kompleks dan sensitif terhadap perubahan.

Debbie Riauni Panjaitan dari Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark menjelaskan bahwa danau ini terbentuk dari letusan supervolcano sekitar 74.000 tahun lalu.

"Ekosistem Danau Toba tidak bisa dilihat secara parsial. Perubahan kecil bisa berdampak besar karena sistemnya saling terhubung," ujarnya.

Badan pengelola geopark juga telah menandatangani kerja sama yang berfokus pada edukasi, konservasi, dan pengabdian masyarakat.

Wakil Bupati Humbang Hasundutan, Junita Rebekka Marbun, mengatakan pemerintah daerah berkomitmen mendukung kesejahteraan nelayan.

"Program harus benar-benar menjawab kebutuhan nelayan, bukan hanya bersifat umum," katanya.

Dalam forum tersebut, nelayan juga menyampaikan harapan agar kebijakan yang diambil pemerintah lebih berpihak pada kondisi nyata di lapangan.

Selain itu, diperlukan langkah konkret dalam pengendalian spesies invasif, pembatasan aktivitas yang merusak ekosistem, serta pemulihan populasi ikan endemik.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved