Sumut Terkini

Ibu Frater yang Tenggelam di Kawasan Air Terjun Situmurun Ungkap Komunikasi Terakhir dengan Anaknya

Nuriani Simbolon (48), ibu korban tenggelam di perairan Danau Toba mengisahkan, putranya bernama Frater Christopher.

|
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
Nuriani Simbolon (48) menyaksikan pencarian putranya bernama Christopher Rustam, korban tenggelam di perairan Danau Toba. Hari ini, Selasa (14/4/2026) merupakan hari keempat pencarian. 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Nuriani Simbolon (48), ibu korban tenggelam di perairan Danau Toba mengisahkan, putranya bernama Frater Christopher Rustam (21) sempat berkomunikasi dengannya melalu video call sebelum kejadian.

Pada Sabtu (11/4/2026) pukul 11.00 WIB, Rustam masih sempat menghubungi ibunya dan mengatakan bahwa pinggiran Danau Toba adalah tempat yang indah. Ia menggambarkan suasana pinggiran Danau Toba. Indah. Rumah warga berada di daerah perbukitan menjadi pemandangan indah baginya.

"Pada Sabtu itu, anak kami masih sempat menceritakan bahwa kampung halamanku ini indah. Rumahberada di bukit dan Danau Toba indah," ujar Nuriani Simbolon, Selasa (14/4/2026).

"Bahkan, ia berencana akan membawa keluarga ke pinggiran Danau Toba agar bisa menyaksikan keindahan Danau Toba dan sekelilingnya," terangnya.

Rustam, yang kini duduk di bangku kuliah jurusan Filsafat di STFT Santo Yohannes Pematangsiantar tengah mempersiapkan diri sebagai calon imam Katolik.

Ia dikenal sebagai sosok yang pendiam dan baik. Dua saudaranya juga kini tengah berada di Seminari Menengah yang berada di Pangkalpinang.

"Dua adiknya juga tengah persiapkan diri sebagai calon imam. Mereka sedang berada di Seminari," sambungnya.

Rustam, anak kedua dari empat bersaudara ini dikenal ulet dan rajin. Maka, ibunya sangat tidak menyangka kepergian putranya untuk selamanya akibat tenggelam di Danau Toba.

"Aku tidak menyangka, putra terbaikku akan pergi selamanya karena tenggelam di Danau Toba ini. Aku sempat marah pada alam ini namun sekarang aku harus kuat menanggung penderitaan yang kualami ini," lanjutnya.

Sebagai seorang ibu, ia setia menyaksikan pencarian jasad putranya. Bahkan, ia bersama tim pencari menyusuri perairan Danau Toba bersama tim gabungan.

Para suster, pastor dan frater juga turut dalam pencarian jasad korban tenggelam tersebut. Hingga saat ini, proses pencarian masih berlangsung.

Keluarga juga meminta kepada Pemkab Toba agar personil penyelam ditambah.

(cr3/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved