Sumut Terkini
Derita Korban Banjir Sumut Belum Usai, Sejumlah Bantuan Masih Terus Berdatangan
Kebutuhan dasar hingga pemulihan psikologis masih menjadi tantangan bagi masyarakat terdampak.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Meski banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara sejak November 2025 telah berlalu, penderitaan para korban hingga kini belum sepenuhnya berakhir.
Kebutuhan dasar hingga pemulihan psikologis masih menjadi tantangan bagi masyarakat terdampak.
Di tengah kondisi tersebut, bantuan dari berbagai pihak terus mengalir, termasuk dari Aliansi Sumut Bersatu (ASB) yang aktif mendampingi para penyintas di Kabupaten Langkat dan Kabupaten Tapanuli Tengah.
Direktur ASB, Veryanto Sitohang, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya menyalurkan bantuan logistik, tetapi juga fokus pada kebutuhan spesifik kelompok rentan.
“Kami menyalurkan bantuan sembako, dignity kit untuk perempuan dan anak-anak, serta melakukan trauma healing bagi penyintas. Ini penting karena pemulihan tidak hanya soal kebutuhan dasar, tetapi juga kondisi psikologis mereka,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejak Desember 2025 pihaknya telah menyalurkan 100 paket sembako di Desa Pantai Gemi, Kabupaten Langkat, dengan dukungan Kitabisa.com dan donasi dari Dian Sastrowardoyo.
Selanjutnya pada Maret 2026, ASB kembali menyalurkan 100 paket dignity kit untuk perempuan dan 40 paket untuk anak-anak di Kabupaten Tapanuli Tengah, sekaligus menggelar trauma healing.
“Kami melihat langsung bagaimana anak-anak masih menyimpan trauma. Mereka menggambar dan menuliskan kata ‘TOLONG’. Sementara ibu-ibu menyampaikan harapan agar lingkungan mereka segera dibersihkan dan mendapatkan hunian sementara,” kata Veryanto.
Program ini turut didukung oleh PT Grab Indonesia melalui Yayasan Benih Baik serta aktivis kemanusiaan dari Belanda.
Selain itu, sejak Februari hingga Mei 2026, ASB juga menyalurkan 160 paket dignity kit di Desa Pantai Cermin, Kabupaten Langkat, disertai edukasi kesehatan reproduksi bagi perempuan dan remaja.
“Kami juga melakukan edukasi terkait kesehatan reproduksi dalam situasi krisis, karena kebutuhan perempuan seringkali terabaikan saat bencana,” tambahnya.
ASB juga menginisiasi kampanye Tas Siaga Bencana Berperspektif Gender untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
Menurut Veryanto, pemulihan pascabencana membutuhkan perhatian jangka panjang dari semua pihak.
“Kami berharap dukungan tidak berhenti saat tanggap darurat saja. Perempuan dan anak membutuhkan pendampingan berkelanjutan agar bisa bangkit dan kembali menjalani kehidupan mereka,” tegasnya.
Melalui kolaborasi berbagai pihak, ASB optimistis bantuan yang terus berdatangan dapat mempercepat pemulihan masyarakat serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa mendatang.
(cr26/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
korban banjir
| KPID Sumut Buka Seleksi Pemilihan Anggota 2026–2029, Catat Tanggal dan Persyaratannya |
|
|---|
| Mutasi Kejagung, Muhibuddin Jabat Kajati Sumut Menggantikan Harli Siregar |
|
|---|
| Nasib Honorer DPRD Deli Serdang Tak Jelas, Berbulan-bulan Kerja Tanpa Gaji |
|
|---|
| Diduga Galian C Ilegal di Bahorok, Tampak 2 Alat Berat Lakukan Penambangan di Aliran Sungai |
|
|---|
| Agrinas Jaladri Integrasikan Potensi Perikanan Demi Ketahanan Pangan Indonesia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PENYALURAN-BANTUAN-Perempuan.jpg)