Longsor di Sibolangit

Pastikan Seluruh Korban Dievakuasi, Tim Gabungan Rencanakan Kembali Sisir Titik Longsor di Sembahe

Cuaca ekstrem yang melanda kawasan Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, menyebabkan terjadinya bencana longsor di Desa Sembahe.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/Muhammad Nasrul
LONGSOR SEMBAHE - Tim Basarnas Medan melakukan pengecekan di titik longsor yang terjadi di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Deliserdang, Rabu (8/4/2026). Pasca longsor, direncanakan objek wisata aliran Sungai Sembahe di seputar titik longsor ditutup sementara. 

TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG - Cuaca ekstrem yang melanda kawasan Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, menyebabkan terjadinya bencana longsor di Desa Sembahe, Selasa (7/4/2026) malam. Hingga Rabu (8/4/2026) siang, terpantau tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, dan Polri, masih bersiaga di lokasi bencana yang berada tak jauh dari jembatan Sembahe. 

Sebagaimana diketahui, akibat bencana alam ini sebanyak sembilan unit rumah warga yang berada di sekitar lokasi terdampak. Pantauan www.tribun-medan.com, rumah yang didominasi bangunan semi permanen itu tampak porak poranda menyisakan puing-puing bangunan. 

Dari banyaknya rumah yang terdampak, diketahui enam orang menjadi korban dalam peristiwa longsor yang terjadi sekira pukul 21.00 WIB malam tadi. Dari seluruh korban, lima di antaranya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan satu orang lainnya selamat. 

Sejauh ini, diketahui seluruh korban yang terdampak pada peristiwa ini baik korban selamat maupun meninggal dunia sudah berhasil dievakuasi. Namun, berdasarkan keterangan dari Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, pihaknya berencana akan kembali melakukan penyisiran ulang. 

"Memang berdasarkan keterangan dari warga, bahwasannya seluruh rumah yang terdampak masih ada ikatan keluarga. Sehingga mereka yakin seluruh korban sudah ditemukan. Namun nanti kita akan kembali sisir setelah menunggu hasil dari asesmen," ujar Calvijn, saat ditemui di lokasi kejadian. 

Di tempat serupa, Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan mengungkapkan dalam assesmen ini nantinya pihaknya juga akan melakukan rencana ke depan. Selain pembersihan, pihaknya nantinya akan menentukan apakah titik tersebut masih bisa kembali dihuni atau tidak. 

"Karena kondisinya terjal, sehingga beresiko bisa terjadi longsor selanjutnya. Kita menunggu hasil asesmen, nantinya kalau memang tidak layak akan ditertibkan untuk mengantisipasi bencana susulan," ujar Asri. 

Dijelaskan Asri, setelah nantinya proses penyisiran adanya potensi korban dilanjutkan akan dilakukan proses pembersihan kawasan yang longsor. Katanya, proses pembersihan yang melibatkan tim gabungan ini akan dilakukan secepatnya. (mns/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved