Longsor di Sibolangit

Seluruh Korban Longsor Sembahe Berhasil Dievakuasi, Ini Kronologi Lengkapnya

Tim Rescue Kantor SAR Medan terus melakukan koordinasi dengan unsur SAR gabungan serta mendirikan Posko SAR sebagai pusat kendali operasi.

|
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Muhammad Nasrul
LONGSOR SIBOLANGIT - Tim gabungan Basarnas dan BPBD serta instansi terkait, melakukan evakuasi jenazah korban longsor di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Deliserdang, Rabu (8/4/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG- Usai melakukan pencarian sejak mam hari, akhirnya seluruh korban longsor di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Deliserdang, berhasil dievakuasi.

Dari seluruh korban, yakni Sehat Br Tarigan dinyatakan selamat, serta Gobal (39), Rizki Sembiring (14), Boy Simorangkir (48), Jamilah Ginting (49), Rosilawati Ginting (48), meninggal dunia. 

Operasi SAR yang dimulai sejak Selasa malam tersebut melibatkan berbagai unsur SAR gabungan dengan fokus utama pencarian korban yang masih dinyatakan hilang.

Tim Rescue Kantor SAR Medan terus melakukan koordinasi dengan unsur SAR gabungan serta mendirikan Posko SAR sebagai pusat kendali operasi.

Selanjutnya, pada pukul 03.15 WIB, tim melakukan assessment awal di sekitar lokasi kejadian perkara (LKP) dan langsung melaksanakan pencarian menggunakan metode line hail (penyapuan satu arah) dengan luas area sekitar ±500 meter persegi.

Upaya pencarian membuahkan hasil pada pukul 04.08 WIB, di mana korban pertama atas nama Rizki Sembiring (14) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban kemudian dievakuasi menuju RS Pancur Batu, Deli Serdang.

Tidak berselang lama, pada pukul 06.15 WIB, tim kembali menemukan korban atas nama Boy Simorangkir (48), Pukul 06.40 WIB korban an. Rosilawati Ginting (48) dan Pukul 06.48 Wib korban an.

Jamilah Br. Ginting (49) dalam kondisi meninggal dunia, yang selanjutnya juga dievakuasi ke rumah sakit yang sama.

Memasuki pukul 07.00 WIB, tim SAR gabungan melanjutkan pencarian dengan melakukan assessment lanjutan di area terdampak guna menentukan titik-titik prioritas pencarian berikutnya bersamaan dengan itu Tim memastikan data korban yang masih dinyatakan hilang.

Pelaksanaan operasi SAR dihadapkan pada sejumlah kendala, terutama kondisi akses jalan menuju lokasi yang mengalami kemacetan serta licin akibat material longsoran, sehingga memperlambat mobilisasi personel dan peralatan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika, S.H., M. Si., selaku Search Mission Coordinator (SMC) atas Persetujuan Search Coordinator (SC) menyampaikan bahwa proses pencarian dilakukan secara maksimal dengan mengedepankan keselamatan tim serta efektivitas metode pencarian.

“Pada hari kedua operasi, kami mengoptimalkan pencarian dengan membagi tim menjadi dua SRU, di mana satu tim fokus pada penyisiran manual menggunakan metode line hail, sementara tim lainnya menggunakan alat berat untuk membuka akses dan mengangkat material longsoran," ujar Hery. 

"Meski, kondisi medan yang berat serta akses jalan yang licin menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan operasi, namun seluruh unsur SAR tetap berupaya maksimal hingga akhirnya seluruh korban berhasil ditemukan,” tambahnya. 

Dengan telah ditemukannya seluruh korban dan tidak adanya laporan kehilangan maka Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. 

(mns/tribun-medan.com) 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved