Longsor di Sibolangit

Setelah Longsor yang Tewaskan 5 Orang, Wisata Pemandian di Sembahe Direncanakan Ditutup Sementara

Pasca longsor, tim gabungan berencana untuk menutup sementara akses ke objek wisata pemandian yang ada di sekitar titik longsor.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/Muhammad Nasrul
LONGSOR SEMBAHE - Tim Basarnas Medan melakukan pengecekan di titik longsor yang terjadi di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Deliserdang, Rabu (8/4/2026). Pasca longsor, direncanakan objek wisata aliran Sungai Sembahe di seputar titik longsor ditutup sementara. 

TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG - Setelah terjadinya bencana longsor di kawasan Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Selasa (7/4/2026) malam, hingga saat ini tim gabungan masih bersiaga di lokasi. Amatan www.tribun-medan.com, kondisi di seputar lokasi masih cukup porak poranda. 

Sejumlah rumah yang didominasi bangunan semi permanen, tampak hancur berantakan. Sebagian besar di antaranya hanya menyisakan puing atap dan dinding tepas yang sudah berantakan. 

Pasca longsor, tim gabungan berencana untuk menutup sementara akses ke objek wisata pemandian yang ada di sekitar titik longsor. Di seputar lokasi kejadian, terpantau memang terdapat satu objek wisata pemandian aliran Sungai Sembahe

Berdasarkan keterangan dari Dansat Brimob Polda Sumut Kobes Pol Rantau Isnur Eka, penutupan ini menunggu hasil dari analisa yang dilakukan. Dimana, sampai saat ini kondisi di seputar titik yang mengalami longsor masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan. 

"Rencana begitu (tutup), tapi pertama kita assesment dulu, baru akan kita tentukan langkah selanjutnya," ujar Rantau, saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu (8/4/2026). 

Di tempat serupa, Kapolrestabes Mesan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak menjelaskan jika penutupan direncanakan di titik seputar longsor saja. Dimana, diketahui di sepanjang aliran Sungai Sembahe terdapat sejumlah objek wisata, namun titik yang paling dekat hanya berjarak sekitar 100 meter dari titik longsor. 

"Masih di sini saja terlebih dahulu, karena titik krusial masih di satu titik ini. Yang empat lainnya, tidak berdampak di wisata," katanya. 

Dikatakan Calvijn, sejauh ini pihaknya juga telah melakukan sterilisasi titik-titik yang mengalami longsor. Terutama titik yang paling parah, di radius lebih dari 100 meter, sudah dipasangin garis polisi agar masyarakat tak lagi beraktivitas di seputar titik rawan.

(mns/tribun-medan.com) 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved