Sumut Terkini

GUBERNUR Bobby Salahkan Lambatnya Pemkab Tapteng, Pembangunan Huntara dan Huntap Jadi Lama

Bobby Nasution sudah berkali-kali meminta ke Bupati Tapteng untuk melengkapi administrasi secara terstruktur. 

TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani
WFH Satu Hari Dalam Seminggu-Gubernur Sumut Bobby Nasution saat diwawancarai usai menghadiri acara di Hotel Danau Toba Medan, Rabu (25/3/2026). Bobby merespon soal wacana WFH satu hari dalam seminggu. 

Ringkasan Berita:- Gubernur Bobby Nasution sudah berkali-kali meminta ke Bupati Tapteng untuk melengkapi administrasi secara terstruktur. 
Pemkab Tapteng cukup lambat dalam hal pendataan, sehingga pembangunan huntara dan huntap prosesnya cukup lama.
Menurutnya, untuk mendapatkan bantuan bencana mulai dari Huntap, Huntara,Dana Tunggu Hunian dan lain-lain harus mempunyai data korban yang lengkap.

 

TRIBUN-MEDAN.com - Gubernur Sumut Bobby Nasution secara blak-blakan menyalahkan Pemkab Tapanuli Tengah yang lambat dalam mengurus administrasi, sehingga proses pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap) jadi lama.

Bobby Nasution sudah berkali-kali meminta ke Bupati Tapteng untuk melengkapi administrasi secara terstruktur. 

Namun, Pemkab Tapteng cukup lambat dalam hal pendataan, sehingga pembangunan huntara dan huntap prosesnya cukup lama.

"Sudah saya sampaikan ke Bupati Tapteng, bahkan asisten kami sudah kami letakkan di sana, untuk benar-benar membantu. contoh administrasi, semua kebijakan itu semua data itu pak Basarin (Asisten Pemerintahan) kita letakkan di sana. Semua data itu perlu terkonfirmasi," katanya usai menghadiri rapat Paripurna di DPRD Sumut, Senin (30/3/2026).

Baca juga: KEJAGUNG Jelaskan Duduk Perkara Amsal Sitepu Terlibat Korupsi, Bukan Soal Skill, Ada Manipulasi RAB

Menurutnya, untuk mendapatkan bantuan bencana mulai dari Huntap, Huntara,Dana Tunggu Hunian dan lain-lain harus mempunyai data korban yang lengkap.

"Mulai dari KTP, KK yang hilang, semua perlu dikonfirmasi. Cara mengkonfirmasi itu membuat SK Kepala Daerah di tingkat bupati kota. Namun Tapteng cukup lambat. Dan saaat ini hanya tinggal Tapteng datanya belum lengkap," terangnya.

Sementara diakuinya, bantuan dalam bentuk apapun itu selalu ada. Dan selalu dikucurkan, jika pendataan lengkap dilakukan.

"Bantik terus menerus ready. cuman kalau dikucurkan itu harus ada datanya. Data itu harus ada SK Kepala Daerah. ini hanya tinggal Taptenh yang datanya masih kurang,"jelasnya.

Baca juga: Lakukan Pungli BHL Dinas SDABMBK Deli Serdang Langsung Dipecat

Tenda Bantuan Sudah Tak Terlihat

Area pengungsian di Simpang Tanah Merah Kelurahan Hutanabolon-Sipange, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah terlihat sudah kosong.

Tidak ada lagi tenda-tenda yang bertuliskan Bantuan dari Kementerian Sosial, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan lain-lain.  

Di area yang dulunya dijadikan tempat pengungsian itu, hanya ada hamparan datar pasir-pasir serta bambu-bambu panjang bekas penyanggah tenda. 

Selain itu ada beberapa bangunan yang tak lagi digunakan penyintas banjir seperti toilet umum yang terlihat lantainya sudah kering, layaknya tidak pernah digunakan lagi.

Area loundry gratis yang sudah tidak ada isinya serta beberapa bangunan Huntara, yang dianggap masyarakat sebagai bangunan dari pemerintah yang gagal. 

Baca juga: SIARAN Langsung Timnas Indonesia Vs Bulgaria Jam 20.00 WIB, Pantau Hasil Cepatnya di Sini

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved