Sumut Terkini

Pertumbuhan Ekonomi Siantar dan Simalungun Melambat, Sektor Perdagangan Masih Unggulan

Oleh sebab itu, BI akan melakukan tiga langkah pertumbuhan ekonomi dan keuangan inklusif. 

Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Alija Magribi
Kepala KPw Bank Indonesia Pematangsiantar Ahmadi Rahman menyampaikan kondisi ekonomi di wilayah kerja delapan kabupaten/kota terutama Siantar, Rabu (18/3/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR- Pertumbuhan Ekonomi Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun mengalami tren penurunan, khususnya pada tahun 2025.

Hal ini berdasarkan data yang disampaikan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia - Pematangsiantar dengan awak media, Rabu (18/3/2026). 

Kepala KPw Bank Indonesia - Pematangsiantar, Ahmadi Rahman menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi di wilayah kerjanya (termasuk Siantar dan Simalungun) mengalami penurunan pada tahun 2025.

Oleh sebab itu, BI akan melakukan tiga langkah pertumbuhan ekonomi dan keuangan inklusif. 

"Ke depan kita akan mendorong pemberdayaan ekonomi untuk meningkatkan kapasitas dan produktifitas, digitalisasi keuangan dan harmonisasi kebijakan antara pemangku kebijakan untuk meningkatkan kualitas pelaku usaha termasuk UMKM untuk naik kelas," kata Ahmadi. 

Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Utara :

- Tahun 2023 sebesar 5,00 persen
- ⁠Tahun 2024 sebesar 5,03 %  
- ⁠Tahun 2025 sebesar 4,53 % . 

Pertumbuhan Ekonomi Nasional :
- Tahun 2023 sebesar 5,05 %
- ⁠Tahun 2024 sebesar 5,03 %  
- ⁠Tahun 2025 sebesar 5,10 % .

Adapun pertumbuhan ekonomi di Kota Pematangsiantar :
Tahun 2023 sebesar 4,21 %
Tahun 2024 sebesar 4,63 %
Tahun 2025 sebesar 4,09 %

Adapun pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Simalungun :
Tahun 2023 sebesar 5,05 %
Tahun 2024 sebesar 4,90 %
Tahun 2025 sebesar 4,74 %

Dari segi lapangan usaha, Sektor Perdagangan masih berkontribusi besar pada Product Domestic Regional Brutto (PDRB) dengan porsi 28,6 % ; Industri pengolahan dengan 18,0 % ; dan Konstruksi dengan 10,4 % . 

Kemudian ada kontribusi dari sektor Transgud dengan 7,8 % ; Real Estate dengan 6,9 % ; Jasa Pendidikan dengan 6,5?n lain-lain memberi pengaruh lebih kecil.

“Kita terus mendorong perdagangan dan UMKM serta industri kreatif sebagai Hub tempat pariwisata sebelum ke Danau Toba. Kita bersama-sama terus mendorong industri kreatif terus berkembang,” kata Ahmadi.

Di wilayah kerja KPw BI Pematangsiantar (Siantar - Simalungun - Batubara-Tanjungbalai - Asahan - Labuhanbatu Utara-Labuhanbatu - Labuhanbatu Selatan), penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat mencapai Rp41,1 triliun, sementara penyaluran kredit tumbuh 4,9 persen (yoy) menjadi Rp36,7 triliun, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) terjaga di level 2,3 persen.

Selain itu, digitalisasi sistem pembayaran juga menunjukkan perkembangan pesat. Hingga awal 2026, transaksi QRIS di wilayah kerja BI Pematangsiantar meningkat 252,7 persen (yoy) dengan nilai mencapai Rp465,8 miliar. Lebih dari 304 ribu merchant telah mengadopsi sistem pembayaran digital tersebut.

"Kita sangat optimis untuk tahun-tahun mendatang agar masyarakat terus melakukan aktivitasnya. Walau perlu banyak terobosan dan dukungan dari pemangku kepentingan ya," kata Ahmadi. 

(alj/tribun-medan.com) 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Tags
Siantar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved