Sumut Terkini
Diduga Intel Datangi KontraS Sumut Jelang Pertemuan Lintas Organisasi Usut Penyiraman Air Keras
Ketiga orang tersebut mengenakan pakaian serba hitam dan terlihat memperhatikan aktivitas di sekitar kantor.
Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN. com, MEDAN- Seorang diduga intel mendatangi kantor Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS) Sumut, jelang pertemuan lintas organisasi sekaligus konferensi pers Solidaritas Masyarakat Sipil Sumatera Utara (Sumut), menuntut pengusutan pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus, Senin (16/3/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, peristiwa tersebut terjadi beberapa saat sebelum konferensi pers yang digelar di Kantor KontraS Sumut, Senin (16/3/2026), dimulai.
Saat para peserta mulai berdatangan dan bersiap mengikuti konferensi pers, tiga orang pria yang datang menggunakan tiga sepeda motor terlihat berada di sekitar lokasi.
Ketiganya tampak mengamati situasi di sekitar kantor dan sempat menghampiri beberapa peserta kegiatan untuk menanyakan agenda yang akan dilaksanakan.
Ketiga orang tersebut mengenakan pakaian serba hitam dan terlihat memperhatikan aktivitas di sekitar kantor.
"Mereka sempat nanya, ada kegiatan apa, Ada tiga orang tadi, naik tiga sepeda motor. Mereka berpakaian serba hitam," ujar salah seorang perwakilan organisasi yang ikut dalam kegiatan di sana.
Menurutnya, kehadiran orang-orang tersebut sempat menimbulkan rasa tidak nyaman bagi sebagian peserta yang hadir. Namun kegiatan konferensi pers tetap berjalan sebagaimana rencana.
Konferensi pers tersebut digelar oleh Solidaritas Masyarakat Sipil Sumatera Utara sebagai bentuk respons atas penyerangan yang dialami Wakil Koordinator KontraS Sumut, Andrie Yunus, yang sebelumnya menjadi korban penyiraman oleh orang tak dikenal (OTK).
Dalam konferensi pers itu, sejumlah organisasi masyarakat sipil, aktivis, dan pegiat hak asasi manusia menyampaikan kecaman keras atas peristiwa penyerangan tersebut. Mereka menilai tindakan kekerasan terhadap aktivis merupakan ancaman serius bagi kebebasan sipil dan demokrasi.
Perwakilan aliansi solidaritas juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas pelaku dan mengungkap motif di balik penyerangan tersebut. Selain itu, mereka meminta negara menjamin keamanan para pembela hak asasi manusia yang menjalankan kerja-kerja advokasi di daerah.
"Kasus ini tidak boleh berhenti pada penyelidikan biasa. Aparat harus serius mengungkap siapa pelaku dan apa motifnya. Negara wajib hadir memberikan perlindungan terhadap para pembela HAM," ujar perwakilan Kontras Sumut, Adhe Junaidi.
Meski sempat diwarnai kehadiran orang tak dikenal yang diduga memantau kegiatan tersebut, konferensi pers akhirnya tetap berlangsung dengan dihadiri sejumlah organisasi masyarakat sipil, mahasiswa, dan pegiat demokrasi di Sumatera Utara.
Hingga kegiatan selesai, situasi di sekitar Kantor KontraS Sumut terpantau kondusif dan para peserta membubarkan diri secara tertib setelah menyampaikan pernyataan sikap mereka kepada publik dan media.
(cr17/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Pengcab PJSI Medan Resmi Dikukuhkan, Targetkan Prestasi di Porprov 2026 |
|
|---|
| Melarat Hidup Istri Polisi di Padangsidimpuan, Ditipu Kini Gaji 300 Ribu, Anak Kerja Cuci Gosok |
|
|---|
| Sehari setelah Istri Bebas, Risdianto Suami Anggota DPRD Padangsidimpuan Resmi Ditahan Kejaksaan |
|
|---|
| Tingkat Pengangguran di Tanjungbalai Turun 3,81 Persen |
|
|---|
| Pria di Pangkalan Susu Ditangkap, Simpan Sabu Seberat 3,59 Gram dan 8 Butir Amunisi Senjata Api |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Tangkapan-layar-rekaman-CCTV-memperlihatkan.jpg)