Sumut Terkini

Tingkat Pengangguran di Tanjungbalai Turun 3,81 Persen

Capaian tersebut terus menurun sejak 2020, angkat TPT Kota Tanjungbalai mencapai 6,75 persen.

Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Alif Al Qadri Harahap
Walikota Tanjungbalai pimpin rapat bersama dinas ketenagakerjaan Kota Tanjungbalai, Selasa (7/4/2026). Angka pengangguran turun hingga 3,81 persen. 

TRIBUN-MEDAN.COM, TANJUNGBALAI - Tingkat pengangguran di Kota Tanjungbalai menurun 3,81 Persen dintahun 2025. Dibandingkan tahun 2024, tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 4,08 persen.

Capaian tersebut terus menurun sejak 2020, angkat TPT Kota Tanjungbalai mencapai 6,75 persen, dan terus menurun hingga 3,81 persen.


Walikota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim Batubara mengaku, saat ini jumlah penduduk kota Tanjungbalai mencapai 190.135 jiwa, dan tingkat partisipasi kerja sebesar 99.593 jiwa.


"Namun, kota Tanjungbalai bukan sebagai kota industri, sebagian besar bergerak pada sektor jasa dan perdagangan sehingga dalam mengatasi pengangguran dengan pelaku ekonomi kreatif dan umkim yang memerlukan penanganan terarah," kata Walikota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim Batubara, Selasa (7/4/2026).


Katanya, Pemko Tanjungbalai akan menetapkan isu pengangguran sebagai prioritas dalam program 2025-2029, dengan fokus perluasan kesempatan kerja dan peningkatan kualitas tenaga kerja, pelatihan. Kerja, dan pemagangan.


"Kami sudah melakukan revitalisasi sektor jasa, perdagangan, penguatan UMKM, bantuan peralatan, dan akses pasar yang mudah. Selain itu, perluasan program magang, dan sertifikasi kompetensi bagi tenaga kerja, khsusnya lulusan SMK," katanya.


Selain itu, ungkapnya, pihak pemko Tanjungbalai telah melakukan kerjasama dengan sejumlah balai pelatihan di Kota Medan, Job Fair, dan bursa tenaga kerja.


"Kami juga berkolaborasi untuk menyediakan lahan kawasan industri bagi calon investor dan penanganan sedimen Sungai Asahan dan Sungai Silau," katanya.


Katanya, melalui dinas tenaga kerja Kota Tanjungbalai, sistem informasi ketenagakerjaan Kota Tanjungbalai (Sikat) yang dapat di akses secara daring, menyertakan layanan lowongan kerja antar kerja lokar, nasional, hingga internasional.


"Kedepan akan ditingkatkan jumlah peserta pelatihan dan penempatan kerja secara bertahap hingga tahun 2027," katanya.


Dengan itu, ia berharap, Kota Tanjungbalai bisa sejahterakan dan masyarakat memiliki kualitas hidup yang layak dan diatas rata-rata.


(cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved