Belasan Beton Semprot Antisipasi Longsor, Menteri PU Lakukan Peninjauan  

Disinggung mengenai anggaran, ia tak bisa merincikan secara detail. Karena sebagian masih dalam tahap site plane.

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani
Peninjauan Jalan Amblas-Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau  lokasi pembangunan penahan dinding jalan amblas di Desa Lobuk Pining, Kecamatan Adian Koting, Taput. Untuk antisipasi longsor, ada puluhan jalan yang bakal dipasang penahanan dinding. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dodi Hanggodo melakukan peninjauan jalan menuju Sibolga via Rampah - Poriaha Kecamatan Tapian Nauli Kabupaten Tapanuli Tengah.

Dalam peninjauan tersebut, banyak sekali tebing-tebing di sisi kanan jalan yang mengalami longsor. Selain itu, beberapa sisi kanan kiri jalan dipenuhi tumpukan tanah longsor. Bahkan di badan jalan dipenuhi air yang mengalir dari tebing yang longsor.

Dody juga sempat berhenti di jalan Lintas Rampah - Poriaha. Ia turun dari mobil untuk melihat pengerjaan shotcrete (beton semprot) sebagai penyanggah longsor. Pantauan Tribun Medan pemasangan Shotcrete itu seperti jaring-jaring yang terbuat dari besi.

Metode pengecoran beton atau mortar (shotcrete) yang dilakukan ini dengan cara menyemprotkannya menggunakan mesin bertekanan tinggi ke suatu permukaan.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Utara, Direktorat Jendral Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum, Hardi Siahaan mengatakan, ada belasan titik yang bakal dilakukan pemasangan shotcrete.

"Ini yang dinding atau shotcrete. Jadi beton yang ditembak gitu, dinding yang longsor, itu lereng tebing yang longsor, kita perkuat dengan beton. Biar enggak longsor lagi, ada belasan titik di sepanjang Jalan Tarutung - Sibolga," jelasnya.

Baca juga: Identitas Temuan Kerangka Manusia di Aek Ngadol, Ternyata Warga Garoga Korban Banjir Bandang

Disinggung mengenai anggaran, ia tak bisa merincikan secara detail. Karena sebagian masih dalam tahap site plane.

"Nanti bukan hanya di sepanjang Tarutung - Sibolga ada yang longsor-longsor, Rampah - Poriaha ada, juga ke arah Barus ada. Tapeng, ada Tapsel, ke arah Rianiate ada. Nanti itu yang bakal dikerjakan," ucapnya.

Dikatakannya, pengerjaan shotcrete ini ditargetkan selesai pada tahun ini dengan menggunakan anggaran APBN.

"Kita upayakan tahun ini bisa sebagian besar selesai. Kalau pun ada yang karena mulainya mungkin bertahap, mungkin ada yang di semester 1 tahun depan," jelasnya.

Hardi juga merespon persiapan arus lalu lintas untuk pemudik di Jalan Nasional. Menurutnya, untuk jalan dari Siantar - Tarutung relatif sudah selesai.

"Tapi karena bencana Tarutung - Sibolga, Sibolga ke Sidempuan, Tarutung - Sipirok, itu tentu karena bencana, jadi yang pasti kita fungsionalkan bisa dilewati untuk arus mudik," ucapnya.

Diakuinya, jika kondisi cuaca memburuk, maka besar kemungkinan longsor bakal kembali terjadi di sepanjang jalan nasional daerah bencana.

"Kalau cuacanya, hujan ekstrem, itu kemungkinan ada. Tapi kita ada posko di setiap titik rawan longsor ya. Petugas, alat berat, kemudian material untuk bantuan emergency kita siapkan," terangnya.

Untuk target pengerjaan pembangunan pondasi jalan dilakukan secara bertahap. Namun untuk di Desa Lobuk Pining ditargetkan 4 bulan selesai.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved